Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
Bencana banjir melanda Pekalongan menyebabkan lumpuhnya ekonomi karena industri dan perdagangan batik lumpuh. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menurunkan tim untuk mengatasinya. Banjir sudah merendam dua daerah di pantura Jawa Tengah beberapa hari. Bahkan hingga kini air masih tinggi.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pekalongan tercatat ribuan rumah terendam dan 78 ribu jiwa terdampak serta 4.461 jiwa masih mengungsi di 54 titik lokasi. Adapun banjir terparah terjadi di Kota Pekalongan. Banjir merendam 80% wilayah kota tersebut.
Akibat banjir, kegiatan industri dan perdagangan batik yang menjadi penopang ekonomi warga lumpuh.
Kondisi mengenaskan adalah lumpuhnya perekonomian warga, karena industri dan perdagangan batik lumpuh, rumah-rumah industri batik yang bertebaran di berbagai pelosok kota terutama kampung batik tutup. "Tidak ada yang kerja karena tempat membatik kebanjiran dan produksi berhenti total," kata Dirham, 45, warga Kampung Batik Pesindon, Pekalongan pada Media Indonesia, Kamis (27/2).
Baca juga: Ribuan Rumah Terendam Banjir, Pekalongan Nyatakan Darurat Bencana
Hal senada juga diungkapkan Haris, 60, perajin batik di Panjang Wetan, Kota Pekalongan. Menurutnya, tidak hanya industri batik yang lumpuh karena tidak dapat berproduksi, perdagangan batik juga terhenti karena tidak ada pesanan dari berbagai kota seperti Jakarta yang juga dilanda banjir saat ini.
Menurut Haris, kerugian cukup besar. "Dari sektor pekerja batik yang jumlahnya mencapai ratusan ribu orang. Mereka harus kehilangan pendapatan Rp75.000-Rp100.000 per hari. Demikian pula dengan sektor perdagangan. Contohnya omzet Pasar Grosir Batik Sentono yang bisa mencapai Rp800 juta-Rp1,5 miliar per hari," lanjutnya.
Untuk mengatasi banjir di Pekalongan, Ganjar meminta Wali Kota Pekalongan segera mengambil tindakan. "Jika Pemkot Pekalongan tidak mampu, ngomong ke saya dan segera akan kita bantu untuk mengatasi persoalan banjir di sana," jelas Ganjar.
Penyebab banjir melanda Pekalongan, imbuh Ganjar, telah terindentifikasi, yaitu meluapnya sungai dan drainase yang kurang lancar. "Jadi, hari ini tim dari Pemorov Jateng sudah turun dan mulai bekerja. Diharapkan masalah banjir di Pekalongan segera diatasi," tukas Ganjar. (Ol-14)
Abdul Muhari pun mengimbau kepada seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Rusaknya ekosistem hulu DAS Citarum secara signifikan meningkatkan bencana banjir di daerah-daerah di sekitar wilayah Bandung, terutama di Bandung Selatan.
Hingga Rabu, (21/5) para korban banjir Grobogan telah lima hari menginap di pengungsian. Mereka mengungsi di Gedung Olahraga (GOR) GOR Tanggirejo.
Menko PMK Pratikno menyampaikan pemerintah serius dalam melakukan penanganan banjir Jabodetabek secara terpadu lintas Kementerian dan Lembaga.
Sebagai respons terhadap bencana tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya memastikan layanan kesehatan tetap berjalan bagi para korban bencana banjir.
Cuaca ekstrim yang menyebabkan hujan deras hingga banjir tersebut mengakibatkan 768 gardu distribusi terdampak, sehingga terpaksa dipadamkan sementara demi keselamatan warga.
Kemampuan yang dimiliki itu dapat diasah sehingga mampu berpartisipasi dalam upaya peningkatan ekonomi di daerah, bahkan nasional.
Perekonomian NTB menjadi bergairah dengan adanya Fornas kali ini.
SEJUMLAH pasal yang mengatur berbagai aspek terkait tembakau pada PP Nomor 28 Tahun 2024 menuai kritik. Aturan ini dinilai berdampak negatif terhadap industri dan petani dalam negeri,
KOTA Batu tak hanya lekat dengan suguhan pemandangan alam, kabut, dan kesejukan udara, tetapi juga hamparan perbukitan dan perkebunan milik warga hadir memanjakan mata.
PEMERINTAH dinilai perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan Over Dimension Overloading (ODOL) serta mencari solusi yang komprehensif dan berkelanjutan,
EFEKTIVITAS Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebagai instrumen peningkatan daya beli masyarakat kembali dipertanyakan. Sebab program tersebut tidak memberikan kontribusi signifikan.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved