Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota telah berhasil menangkap seorang pria yang diduga merupakan pelaku pembunuhan Delis Sulistina, 13, siswi SMPN 6 Tasikmalaya, Jawa Barat, yang ditemukan di gorong-gorong.
Polisi bergerak cepat menangkap terduga pelaku setelah berhasil mengumpulkan saksi dan barang bukti dalam tindak pidana kejahatan.
"Kita sudah berhasil menangkap pelaku. Kita akan segera mengungkap, karena sekarang ini belum bisa menjabarkan lebih lanjut identitas tersangka dan nanti dalam waktu dekat akan dirilis ke publik. Namun, tersangka sudah ada di Mako Polres Tasikmalaya Kota dan masih dalam pemeriksaan," kata Kapolresta AKBP Anom Karibianto, Kamis (27/2).
Anom mengatakan anggotanya, selama ini, terus melakukan upaya hingga berhasil telah mengungkap kasus kematian Delis Sulistina yang ditemukan tewas. Namun, dalam waktu dekat akan menetapkan tersangka terutama motif pembunuhan tersebut karena semuanya berhasil pengumpulan bukti dan keterangan saksi sudah bisa mengambil kesimpulan garis merah.
Baca juga: Polisi Segera Ungkap Motif Pembunuhan Siswi SMPN di Tasikmalaya
"Adanya kesesuaian sudah mengarah ke arah pelaku meski kasus ini bermula setelah warga Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, digegerkan dengan menemukan sesosok mayat perempuan di gorong-gorong depan gerbang sekolah karena saat ditemukan masih berseragam lengkap pakaian sekolah," ujarnya.
Sementara itu, ibu kandung korban, Wati Fatmawati, 46, mengatakan, dirinya mendapat kabar terungkap penyebab kematian anaknya meninggal membuat keluarga merasa lega dan tidak penasaran lagi.
Namun, selama ini, banyak orang yang mengatakan kalau Delis meninggal akibat kecelakaan sampai keluarga menjadi cemas dan khawatir kasus kematian sampai tidak bisa terungkap oleh kepolisian.
"Saya ingin pelakunya dihukum mati karena sekarang keluarga hanya menunggu kabar dari Kepolisian tentang siapa pelaku yang secara tega membunuh anak kami. Kalau nanti tahu siapa pembunuhnya itu, saya tidak akan gimana-gimana tapi keluarga menginginkan agar pelaku dihukum mati sesuai perbuatan yang telah dilakukannya," paparnya. (OL-1)
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
SEORANG mahasiswa berinisial A (19) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya yang berlokasi di Jalan Padat Karya I, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Jumat (16/1/2026).
Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan indikasi kuat adanya tindak pidana kekerasan pada tubuh korban.
Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dan tertutup tumpukan dedaunan
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan penemuan mayat pada Sabtu (3/1). Korban ditemukan dengan sejumlah luka bacok di bagian kepala.
UTANG aset kripto disebut sebagai motif utama pelaku pembunuhan anak politikus PKS di Cilegon. Pelaku mengaku mengalami kerugian besar dalam perdagangan aset kripto hingga terlilit utang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved