Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK kepolisian terus menyelidiki kasus dugaan upaya pembakaran sejumlah sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Terjadi upaya pembakaran dua sekolah masing-masing SDN 1 dan SDN 2 Barabai Timur, serta kasus kebakaran melanda MAN 1 Barabai yang menghanguskan sembilan ruang kelas berikut laboratorium komputer berisi puluhan unit komputer, pada awal Februari kemarin.
Kepala Polres Hulu Sungai Tengah, Ajun Komisaris Besar Danang Widaryanto, Selasa (4/1) mengungkapkan pihaknya masih terus melakukan penyidikan terkait kasus kebakaran dan dugaan upaya pembakaran sekolah ini.
"Polisi masih menyelidiki dugaan pembakaran beberapa sekolah tersebut. Termasuk adanya kaitan atau unsur kesengajaan terkait peristiwa ini," ungkapnya.
Dugaan adanya upaya teror pembakaran sekolah ini setelah pihak sekolah SDN 1 dan SDN 2 Barabai Timur menemukan bukti sapu serta pintu ruang kelas dan musala yang terbakar. Lokasi dua sekolah ini berdekatan. Beruntung peristiwa kebakaran tidak terjadi.
Namun dalam waktu berdekatan peristiwa kebakaran terjadi di MAN 1 Barabai yang menghanguskan sembilan ruang kelas termasuk laboratorium komputer dan IPA. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, Berry Nahdian Forqan mengatakan pihaknya menyerahkan kepada aparat berwenang (kepolisian) untuk mengusut tuntas kasus kebakaran dan upaya pembakaran sekolah tersebut.
"Kasus ini harus diusut tuntas. Kita belum tahu motifnya karena masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kita berharap kasus kebakaran ini jangan sampai mengganggu persiapan pelaksanaan ujian nasional dalam waktu dekat," kata Berry.
baca juga: DPR Minta Hentikan Penyerobotan Lahan Rakyat di Gondai Pelalawan
Sementara Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Chairiah, meminta seluruh sekolah lebih waspada dengan adanya teror pembakaran ini.
"Dengan adanya kasus ini, kami mengimbau agar semua Kepsek dan guru waspada dengan meningkatkan keamanan di lingkungan sekolah masing-masing," katanya. (OL-3)
SEBANYAK 17 orang dilaporkan menjadi korban kebakaran di area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji atau SPBE Cimuning, Bekasi, Jawa Barat yang terjadi Rabu (1/4) malam
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) bersama aparat berwenang saat ini tengah melakukan pendalaman guna memastikan faktor pemicu kejadian ledakan SPBE Indogas.
PEMERINTAH Kota Bekasi memastikan menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan 14 korban kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji atau SPBE Pertamina di Cimuning, Bekasi
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi mengerahkan sebanyak 15 unit mobil damkar untuk memadamkan api yang membakar SPBE dan puluhan rumah warga.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan akan bertanggung jawab penuh atas dampak ledakan dan kebakaran di area SPBE Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi.
Kebakaran hebat melanda area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4) malam.
Psikolog Michelle Brigitta membagikan tips mengatasi post holiday blues pada anak, mulai dari validasi emosi hingga mengatur ulang rutinitas harian.
Medcom Goes to School akan hadir setidaknya 3-4 kali sepanjang 2026 dengan menyasar sekolah-sekolah di Jabodetabek.
Kesempatan halalbihalal setelah menjalankan ibadah di bulan Ramadan juga menjadi ajang untuk saling memaafkan dan kembali ke fitrah
Dia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah harus mampu mengoptimalkan penggunaan kendaraan umum agar dapat dimanfaatkan oleh para siswa.
JIKA bencana ialah guru, ia mengajar dengan cara paling kejam, melalui tangis dan nyawa yang melayang.
Pemerintah memastikan sekolah tetap berlangsung tatap muka di tengah krisis global, dengan fokus pada capaian akademik dan penguatan pendidikan karakter siswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved