Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Kebakaran SPBE Cimuning Diduga Akibat Kebocoran Gas, 12 Orang Terluka

Andhika Prasetyo
02/4/2026 08:08
Kebakaran SPBE Cimuning Diduga Akibat Kebocoran Gas, 12 Orang Terluka
SPBE Cimuning Bekasi kebakaran.(Antara)

Kebakaran hebat melanda area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4) malam. Peristiwa ini diduga dipicu oleh kebocoran gas yang memicu ledakan di lokasi.

Pelaksana Tugas Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, menyebut dugaan awal kebakaran SPBE berasal dari kebocoran gas berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi.

“Kami masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang. Namun informasi awal dari warga menyebutkan adanya bau gas sebelum kejadian,” ujarnya, Kamis.

Selain kebocoran gas, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di area SPBE Pertamina yang kemudian memicu ledakan.

“Dugaan sementara, arus pendek listrik menjadi pemicu ledakan gas, namun ini masih berdasarkan informasi awal,” kata Heryanto.

Akibat ledakan tersebut, fasilitas SPBE mengalami kerusakan berat hingga nyaris hancur total.

12 Korban Luka Bakar

Kebakaran ini juga menyebabkan sedikitnya 12 orang mengalami luka bakar, terdiri dari warga sekitar dan karyawan SPBE. Para korban saat ini menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kusumo Wahyu Bintoro, menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

“Masih dalam proses penyelidikan. Dampak kebakaran juga menjalar ke rumah warga dan sejumlah kios di sekitar lokasi,” ujarnya.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi mengerahkan sekitar 15 unit mobil pemadam, termasuk bantuan dari Kabupaten Bekasi, untuk mengendalikan api.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB berhasil dipadamkan pada Kamis dini hari, dilanjutkan dengan proses pendinginan sejak pukul 01.00 WIB.

Petugas memastikan api tidak meluas ke area lain, meski kerusakan di lokasi kejadian tergolong parah.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami penyebab pasti kebakaran, termasuk kemungkinan kombinasi kebocoran gas dan korsleting listrik sebagai pemicu utama. Pihak berwenang juga terus mendata dampak kerugian serta memastikan kondisi korban yang mengalami luka bakar serius.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di area yang berkaitan dengan bahan mudah terbakar seperti gas elpiji. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya