Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras sejak sore hingga Rabu (8/1/2020) malam membuat Sungai Babakan di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah meluap. Sekurangnya 63 rumah warga di sembilan desa terdampak banjir mengalami rusak berat dan ringan. Jumlah kerusakan rumah warga dan juga prasarana umum tersebut masih bisa terus bertambah, mengingat proses pendataan masih berlangsung. Meski demikian secara umum banjir sudah surut sejak Kamis (9/1/2020) dini hari. Ratusan pengungsi di sejumlah posko pengungsian sudah pulang ke rumah masing-masing.
Kesembilan desa yang terendam banjir di Kecamatan Ketanggungan tersebut antara lain Desa Sindangjaya, Cikeusal Kidul, Cieukesal Lor, Pamendaran Buara dan Desa Ketanggungan. Hingga Kamis siang warga masih sibuk membersihkan lumpur-lumpur sisa banjir yang menerjang rumah mereka. Tak hanya itu, puluhan siswa SMP Ma'arif Ketanggungan juga sibuk membersihkan lumpur di ruang-ruang kelas ataupun ruang guru.
Seorang guru SMP Ma'arif Aziz, menuturkan pihaknya sengaja menugaskan para siswa membersihkan lumpur serta kotoran lain agar tidak merusak peralatan sekolah termasuk buku.
"Kalau proses belajar mengajar jelas tidak bisa dilakukan karena kondisi ruang-ruang kelas yang tidak memungkinkan," ujar Azis, sembari menambahkan pagar keliling di belakang sekolah juga roboh keterjang banjir.
Warga Desa Ketanggungan, Dedy menuturkan banjir mulai memasuki rumahnya sejak Rabu pukul 20.00 wib.
"Sekitar pukul dua dini hari banjir sudah mulai surut," terang Dedy.
Menurut Dedy banjir memang hampir setiap tahun terjadi di wilayah Kecamatan Ketanggungan, namun kali ini termasuk yang paling besar.
"Banjir tahun ini termasuk yang paling besar," terangnya.
Dandim 0713/ Brebes, Letkol (Inf) Faizal Amri menjelaskan banjir yang terjadi di Kota Kecamatan Ketanggungan merupakan kiriman dari sejumlah desa bagian hulu atau selatan.
"Karenanya banjir tidak berlangsung lama hanya beberapa jam," ujar Faizal.
baca juga: Dinas Sosial Se-Kalteng Siap Antisipasi Bencana Alam
Ia mengaku pihaknya belum final dalam mencatat jumlah kerusakan rumah warga maupun prasarana umum, lantaran proses pendataan masih terus berlangsung dengan menugaskan personel gabungan BPBD dan instansi terkait. Dandim selaku penanggung jawab penanganan banjir tingkat Kabupaten Brebes mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati karena kondisi cuaca yang masih belum normal.
"Masyarakat haarus tetap berhati-hati dan waspada," pungkas Faizal. (OL-3)
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Titiek didampingi Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq, sejumlah anggota Komisi IV DPR RI, serta Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma.
Para peserta merupakan gabungan anggota Kodim 0713 Brebes, Polres Brebes, Satpol PP, hingga petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes.
Penemuan mayat yang disembunyikan dalam koper di Desa Sukareja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggegerkan warga setempat
Pemkab Brebes bergerak cepat menangani banjir bandang di Bumiayu dengan mengerahkan dua alat berat untuk sodetan sungai akibat cuaca ekstrem.
BANJIR bandang kembali menerjang Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sungai Keruh meluap dan mengakibatkan sedikitnya 11 rumah warga hilang terbawa banjir bandang.
“Kebutuhan pupuk petani mencapai sekitar 50 ton per hari, sementara pengiriman yang masuk ke kios sangat terbatas."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved