Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI anggota polisi lalu lintas (polantas) menolong seorang perempuan yang hendak melahirkan saat terjebak macet terjadi di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Dua anggota Polres Cimahi tersebut menolong Siti Aminah, 23, yang mengalami kontraksi saat perjalanan menuju bidan pada Minggu (29/12) petang.
Ketika itu, Siti dibonceng oleh sang suami Acep Slamet Triyadi menuju bidan, karena proses persalinan anak pertamanya itu ditolak pihak rumah sakit. Namun, mereka terjebak macet dan kendaraannya pun tak bisa bergerak. Hal itu membuat Situ dan Acep panik.
Acep pun memberanikan diri untuk meminta bantuan anggota kepolisian yang sedang bertugas mengatur lalu lintas.
"Saya bilang kepada anggota yang mengatur lalu lintas kalau saya sedang membawa istri yang mau lahiran di bidan," kata Acep saat mendampingi istrinya di bidan, Senin (30/12).
Baca juga: Macet Parah di Lembang, Seorang Ibu Nyaris Melahirkan di Jalan
Dia menyebutkan jarak dari rumah sakit menuju rumah bidan sekitar 5 kilometer. Jika lalu lintas normal bisa ditempuh dalam waktu setengah jam, namun dalam kondisi macet bisa lebih dari satu jam.
"Saya antar istri ke rumah sakit naik motor, kalau pakai mobil, pasti lama. Tapi setelah sampai rumah sakit, istri saya malah disuruh balik lagi ke bidan," ujarnya.
Setelah meminta bantuan, ia pun lantas bisa meluncur dengan kawalan polisi yang membantu membuka akses jalan. Kedua anggota polisi yang diketahui bernama Brigadir Andri Mulyadi dan Brigadir Fajar ini pun saling berkoordinasi dan bekerja sama demi bisa menerobos padatnya arus kendaraan ketika itu.
Berkat aksi cepat tanggap dari personel Satlantas Polres Cimahi itu, akhirnya warga Kampung Mekarsari Desa Lembang tiba di rumah bidan dengan selamat.
"Perjalanan dari rumah sakit ke bidan cuma sebentar karena dikawal polisi, Alhamdulilah sudah dibantu pak polisi," ucapnya.
Sehari sebelumnya, Sabtu (28/12), seorang perempuan yang hendak melahirkan di rumah sakit Avisena Cimahi juga terjebak kemacetan hingga harus ditolong anggota polantas.
Menanggapi hal tersebut, Dirlantas Polda Jawa Barat Kombes Pol Eddy Djunaedi mengaku akan mempertimbangkan untuk memberikan penghargaan kepada anggota penolong warga yang akan melahirkan.
"Hal ini sudah kita laporkan ke pimpinan, mudah-mudahan dalam jangka waktu dekat, nanti yang bersangkutan mendapatkan reward," ungkapnya.
Dia menyatakan kerja keras anggota yang peduli terhadap masyarakat yang memerlukan pertolongan tentunya harus dihargai.
"Saya salut terhadap anggota-anggota yang sudah melakukan tindakan demikian. Untuk reward-nya, nanti kita lihat," jelasnya.(OL-5)
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah menyoroti penembakan remaja oleh oknum polisi di Makassar, Sulawesi Selatan. Perlu evaluasi SOP senjata api
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved