Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi V DPR RI Ahmad Syaikhu mendesak pemerintah untuk segera melakukan peningkatan pengawasan kelaikan moda transportasi umum. Penegasan itu disampaikan pasca kejadian kecelakaan bus Sriwijaya yang menewaskan 31 orang.
"Peristiwa ini sungguh memprihatinkan. Bagaimana bisa bus yang tidak layak jalan diizinkan beroperasi," ujar Syaikhu kepada Media Indonesia di Karawang, Kamis (26/12/2019).
Syaikhu mengatakan kecelakaan tersebut bukti tidak adanya kontrol optimal dan reguler dari pemerintah. Karena itu, Syaikhu mendesak agar pemerintah meningkatkan pengawasan.
Menurut Syaikhu, kejadian ini kerap terjadi. Masih segar dalam ingatan kecelakaan beruntun di jalan tol Purbaleunyi yang melibatkan beberapa kendaraan, juga diakibatkan kendaraan yang tidak layak jalan. Padahal sesuai amanat UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan seharusnya penyelenggara sarana dan prasarana serta sumber daya manusia bidang lalu lintas dan angkutan jalan wajib memenuhi standar keselamatan.
Ia menuding selama ini banyak uji kir kendaraan yang dilakukan secara formalitas oleh pemerintah daerah. Selain itu lanjut Syaikhu, diduga banyaknya permainan antara pemilik PO Bus, pengemudi, dengan oknum petugas Dinas Perhubungan. Hal ini membuat angkutan jalan menjadi jauh dari standar keselamatan yang diharapkan.
baca juga: Pemda Ajukan Kembali Pembangunan Jembatan Lematang
Selain itu pengurusan KPS (Kartu Pengawasan) yang lama dan berbelit-belit akibat belum sinkronnya sistem layanan online antara Direktorat Angkutan dan Multimoda (AMM) Direkrorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, dengan kondisi di lapangan juga berkontribusi terhadap lemahnya pengawasan.
"Dan ini adalah momentum kita untuk intropeksi. Reformasi di bidang lalu lintas dan angkutan jalan," tegasnya. (OL-3)
Protes kaum Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem melawan undang-undang wajib militer berakhir tragis. Seorang remaja 18 tahun tewas setelah sebuah bus menabrak massa.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan akan memanggil pemilik bus Cahaya Trans B 7201 IV yang mengalami kecelakaan di exit Tol Krapyak, Semarang.
Perusahaan Otobus (PO) Cahaya Trans memutuskan menghentikan sementara seluruh operasional bus reguler antar kota antar provinsi mulai 26 Desember 2025.
"Ada satu meninggal dunia ketika dalam perawatan di RSUD Kalisari Batang yakni kernet bus bernama Sucipto (47), warga Ngromo RT 02 RW 08, Rejosari, Bancak, Kabupaten Semarang,"
Sopir bus Cahaya Trans jadi tersangka dalam kasus kecelakaan bus Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kecelakaan maut bus Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang menewaskan 16 orang. Berikut kronologi, penyebab, dan hasil penyelidikan terbaru polisi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved