Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN wilayah di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, disapu angin kencang yang disertai hujan lebat, Jumat (13/12) sore. Banyak pohon tumbang dan genteng rumah penduduk beterbangan akibat bencana alam tersebut.
Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Klaten menyebut tujuh wilayah kecamatan yang diterjang angin kencang, Cawas, Trucuk, Karanganon, Klaten Utara, Prambanan, Ceper, dan Jatinom.
Menurut petugas Pusdalops PB BPBD Klaten Arif Fuad Hidayah, dampak bencana alam tersebut, antara lain pohon dan tiang listrik tumbang, serta atap rumah penduduk di beberapa wilayah kecamatan berhamburan disapu angin kencang.
Selain itu, tenda yang dipenuhi jamaah pengajian di lapangan Desa Gombang, Kecamatan Cawas, roboh diterjang angin kencang yang diserta hujan lebat. Jamaah pengajian pun bubar, tapi tidak ada korban dalam kejadian tersebut.
''Banyak pohon tumbang menutup akses jalan, seperti yang terjadi di Desa Gombang, Kecamatan Cawas; Desa Meger, Kecamatan Ceper; Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom; dan Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara,'' jelasnya.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Klaten bersama TNI, Polri, relawan bencana, dan warga masyarakat langsung turun ke tempat kejadian untuk penanganan pohon tumbang dan atap rumah penduduk yang berserakan akibat angin kencang. (OL-11)
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Berdasarkan data terbaru BMKG, status Siaga ini mencakup wilayah NTB, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat.
Desa Sangiang 1 KK terdampak serta 1 unit rumah rusak berat dengan total kerugian diperkirakan Rp20 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved