Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PT PLN (Persero) akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pertama di Nusa Tenggara Timur berkapasitas 20 Megawatt (Mw). PLTB yang siap dibangun di Desa Oelbubuk, Kecalamatan Molo Tengah, Timor Tengah Selatan itu merupakan PLTB pertama di Pulau Timor. Sesuai data Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) NTT, potensi PLTB di daerah itu mencapai 10.188 Mw. Namun kapasitas terpasang baru mencapai 3,1 Mw atau 0,03%.
Pelaksana Tugas Komisaris Utama PT PLN (Persero) Ilya Avianti mengatakan pembangunan PLTB Oelbubuk sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028 dengan sumber dana Independent Power Producer (IPP). Pembangkit ini direncanakan beroperasi pada tahun 2022 sebesar 10 Mw dan pada 2023 sebesar 10 Mw.
"PLTB Oelbubuk diharapkan akan memberikan manfaat kepada performa kapasitas sistem kelistrikan Timor. Sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif untuk Timor Tengah Selatan," ujar Ilya Avianti dalam keterangan resmi diterima Media Indonesia, Minggu (1/12/2019).
Dia menyebutkan PLTB Oelbubuk akan meningkatkan kapasitas sistem dan bauran energi sistem Timor. Selain itu mereduksi penggunaan bahan bakar minyak, dan mengurangi susut energi pada jaringan transmisi karena pada saat ini kebanyakan pusat-pusat pembangkit yang berada di bagian barat.
baca juga: Persoalan Netralitas ASN dan DPT Rawan Pada Pilkada 2020
Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara Supangkat Iwan S memastikan NTT terus memanfaatkan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT). Sesuai data yang ada, pemerintah berharap penyediaan listrik dari pembangkit EBT di NTT mencapai 42,5% pada 2020 sekaligus mengurangi pemakaian bahan bakaar fosil. Pada 2015, pemakaian bahan bakar fosil di NTT mencapai 93,38% namun terus berkurang seiring peningkatkan pengunaan EBT. (OL-3)
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Kondisi lingkungan yang lembap dan air yang menggenang dapat menjadi media penghantar arus listrik dari instalasi yang tidak terlindungi.
Peristiwa tragis ini terjadi saat keduanya berada di dalam rumah ketika air sungai tiba-tiba meluap dan masuk ke pemukiman dengan cepat.
Dua dari tiga korban merupakan pasangan suami istri berinisial HW, 54, dan NJ, 49.
Selain keberadaan bengkel, ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi krusial.
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalin kerja sama strategis dengan PT Borneo Indobara (BIB) melalui penandatanganan perjanjian jual beli REC.
INDUSTRI panas bumi memiliki prospek baik dalam mendukung pencapaian target pemerintah dalam memperluas kapasitas pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT).
Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan energi nasional dengan mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Langkah pemerintah dalam memperluas pemanfaatan EBT sudah berada di jalur yang tepat.
Indonesia Solar Summit (ISS) 2025 mengambil tema Solarizing Indonesia: Powering Equity, Economy, and Climate Action.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved