Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYIDIK Reskrim Polresta Pekanbaru memeriksa tiga terlapor yang merupakan teman satu kelas di SMPN 38 Rejosari Pekanbaru dalam kasus perundungan (bullying) terhadap korban Fauzan, 14, siswa kelas 8 yang mengalami patah tulang hidung dan luka di wajahnya.
Kasus bullying itu viral setelah tante korban, Rani Chambas, mengunggah foto-foto korban di media sosial Facebook.
"Kami sudah meminta keterangan tiga terlapor," ujar Kapolresta Pekanbaru, Ajun Komisaris Besar (AKB) Pol Nandang Mu'min, di Pekanbaru, Senin (11/11).
Selain tiga terduga pelaku itu, polisi juga memeriksa saksi kepala sekolah, guru, keluarga, dan teman-teman kelas korban yang mengetahui, mendengar, atau melihat langsung perundungan tersebut.
"Teman korban yang dimintai keterangan berusia 14 hingga 16 tahun," ungkap Nandang.
Lantaran para terlapor masih di bawah umur, lanjut Kapolres, proses pemeriksaan didampingi oleh orangtua yang bersangkutan. Selain itu, polisi juga mengumpulkan alat bukti dengan meminta hasil visum dan keterangan saksi ahli terkait kasus pidana di bawah umur.
Sementara ibu korban, Rosilawati atau akrab disapa Lala, mengatakan, kasus bully terhadap anaknya ternyata sudah sering terjadi dan berlangsung lama. Namun, korban takut melaporkan perbuatan keji teman sekelasnya itu.
Baca juga: Penanggulangan Stunting, Surakarta Istimewakan Ibu Hamil
"Dia sudah sering minta dipindahkan karena tidak mau sekolah lagi di sana. Ternyata ini sebabnya," ungkap Lala.
Lala mengungkapkan, pada mulanya korban tidak mengakui telah dianiaya teman-temannya. Anak ketiganya mangaku luka patah tulang hidung akibat terjatuh. Namun setelah didesak, akhirnya korban menceritakan bahwa telah dipukul oleh tiga teman sekelasnya.
"Dia dipukul saat berlangsung pelajaran seni budaya. Gurunya ada di depan kelas. Dia dipukul pakai kayu, ditinju di bagian lengan, kemudian pakai dua tangan dibenturkan ke meja. Akibatnya patah tulang hidung," jelas Lala.
Selain itu, setiap hari korban juga kerap dipalaki dan uang jajannya habis diambil para terduga pelaku. Puncaknya, terjadi aksi pengeroyokan oleh tiga terlapor rekan sekelas korban tersebut.
Sebelumnya, posting-an Rani Chambas yang merupakan tante korban viral di Facebook. Dalam unggahannya, Rani menuliskan 'Kasus Bullying terjadi lagi...siswa kls 8 smp.. Di keroyok di dlm kelas..sementara bu guru nya ada di dlm kelas...murid nya berantam guru nya sibuk main hp...sampai patah tulang hidung si anak...dan di operasi ..kejadiannya hari selasa tgl 5 november jam sekolah.....lokasi nya Smp negeri di Hangtuah pekanbaru Dan org tua mana yg terima anak nya babak belur di dlm kelas???? Coba jika anak sendiri yg di gitukan org??? Karna tdk ada jalan keluar.. Akhirnya pihak keluarga melaporkan kasus ini ke polisi.. Semogaa...tidak ada lagi kejadian2 begini di sekolah. #mirisaja..'. (OL-1)
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menegaskan bahwa satuan pendidikan harus ramah anak, sehingga anak mendapatkan haknya atas pendidikan secara utuh.
PERUNDUNGAN atau bullying sesungguhnya sudah dinyatakan dilarang dan termasuk salah satu dosa besar dalam penyelenggaraan pendidikan.
Anak-anak harus dibekali dengan kemampuan untuk bersikap asertif. Hal ini bertujuan agar anak mampu menjaga batasan dirinya dalam relasi sosial.
Reaksi pertama orangtua saat mengetahui anak mereka dirundung akan sangat menentukan proses pemulihan mental sang anak.
Kemenkes mengungkapkan temuan senior yang merupakan peserta PPDS Unsri melakukan perundungan atau bullying pada juniornya dengan memeras Rp15 juta per bulan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut akan memberikan sanksi untuk penerbitan Surat Tanda Registrasi (STR) pelaku perundungan.
Ajang kompetisi olahraga dan seni antar SMA bertajuk SkyBattle 2026 yang digelar oleh SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, resmi berakhir.
Prioritas utama dari kebijakan ini adalah untuk menjamin kesehatan serta keselamatan para peserta didik di tengah risiko bencana hidrometeorologi.
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved