Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KENCANGNYA tiupan angin, Sabtu (19/10) malam, belum bisa dilupakan warga tiga desa di Kota Batu, Jawa Timur. Selain membuat satu warga tewas karena tertimpa pohon yang roboh, ratusan rumah juga rusak serta jaringan komunikasi dan listrik terputus.
“Kerusakan sangat parah, atap rumah-rumah masyarakat banyak yang beterbangan,” ungkap Rudi Madiyanto, warga Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji. Selain Sumberbrantas, desa terdampak lain ialah Gunungsari dan Sumbergondo. Kini, Rudi dan 1.215 warga lainnya harus mengungsi.
Sampai kemarin, pohon yang bertumbangan masih menutup badan jalan akses dari dan ke Batu-Kabupaten Mojokerto. Meski tidak sekencang Sabtu malam, angin masih bertiup.
Jalur Cangar di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, yang mengarah ke Kota Batu ditutup untuk memberi kesempatan petugas melakukan pembersihan. “Banyak pohon yang tumbang sehingga perlu waktu untuk melakukan evakuasi,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mojokerto Muhammad Zaini.
Badan Meteorologi, Klimato-logi, dan Geofisika Juanda menyatakan angin kencang di Batu terjadi akibat kemarau panjang dan kebakaran yang menyebabkan perbedaan suhu ekstrem.
“Juga ada pengaruh angin gradien dari arah timur yang cenderung meningkat karena perbedaan tekanan udara antara Benua Australia dan Asia,” kata Prakirawan BMKG Juanda di Kabupaten Sidoarjo, Tonny Setyaran.
Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Agus Wibowo mengatakan, dari hasil koordinasi dengan BMKG, fenomena angin kencang merupakan tanda-tanda peralihan dari kemarau menuju penghujan atau masa pancaroba.
“Angin kencang bisa bertiup dengan kecepatan lebih dari 45 kilometer per jam,” tukasnya.
Merapi
Kemarin, sejumlah daerah di Jawa Tengah juga dilanda angin kencang. Di kawasan lereng Merapi, angin memorak-poran-dakan beberapa kecamatan di Kabupaten Magelang dan Boyolali. Pohon tumbang dan atap rumah beterbangan. Debu-debu tebal yang kerontang karena musim kemarau panjang pun beterbangan.
“Angin kencang di kawasan Merapi bersifat sangat lokal. Jika mengacu pada konsentrasi wilayah kerusakan, kecepatan anginnya pun berbeda dengan dataran rendah lainnya,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Reni Kra-ningtyas.
Dia menduga peningkatan aktivitas Gunung Merapi turut andil memicu angin kencang. Terakhir, erupsi Merapi terjadi pada 14-15 Oktober lalu.
Angin kencang yang disertai hujan sedang dan deras terjadi di Kecamatan Pakis, Sawangan, Ngablak, dan Kajoran, Kabupa-ten Magelang. Di Boyolali me-nimpa Desa Jrakah, Tlogolele, dan Klakah.
Bencana serupa juga menimpa delapan desa di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jateng. “Kami masih mendata jumlah rumah yang rusak,” jelas Kepala Plh BPBD Arif Rahman.
Di Jawa Barat, angin juga melanda wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Sejumlah pohon tumbang dan dinding rumah serta atap sekolah rusak berat. (FL/HS/AU/TS/AT/WJ/LD/DG/BB/BK/FB/RF/N-2)
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan hari ini, 6 Maret 2026. Makassar dan sekitarnya berpotensi hujan lebat hingga 13:10 WITA.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
CUACA ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang melanda Banyumas, Jawa Tengah pada Rabu (4/3) petang.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 5–8 Maret 2026 didominasi hujan ringan hingga sedang.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, tercatat sedikitnya 16 titik kejadian pohon tumbang dan dampak angin kencang
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di Jabodetabek hari ini. Cek jadwal dan wilayah terdampak di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved