Selasa 01 Oktober 2019, 18:05 WIB

BNNP Sumsel Musnahkan 43 Kilogram Sabu

Dwi Apriani | Nusantara
BNNP Sumsel Musnahkan 43 Kilogram Sabu

MI/Dwi Apriani
BNNP Sumsel Musnahkan 43 Kilogram Sabu

 

BADAN Narkotika Nasional Provinsi Sumatra Selatan memusnahkan 43 kilogram sabu dan 27.368 butir pil ekstasi di halaman Kantor BNNP Sumsel, Selasa (1/10). Pemusnahan barang haram ini merupakan hasil ungkap kasus BNNP Sumsel beberapa waktu lalu.

Saat proses pemusnahan, 43 kg sabu dan ribuan pil ekstasi ini dimusnahkan dengan cara dimasukkan ke tong kemudian dicampur dengan air dan detergen, lalu diaduk memakai bor yang telah dimodifikasi dan kemudian dibuang ke saluran pembuangan.

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan, mengatakan, narkoba hasil ungkap kasus dari jaringan asal Aceh di mana ada empat tersangka dengan dua perkara berbeda. Kasus pertama ada 3 tersangka yakni Yuswadi, Andi Eka Putra, dan Usama, yang diamankan pada 7 Agustus 2019 lalu.

Barang haram ini dipasok dari Malaysia oleh MO (masih daftar pencarian orang/DPO) melalui Batam dan kemudian disalurkan melalui Tembilahan, Provinsi Riau, oleh tersangka Usama.

Namun, sebelum didistribusikan ke sejumlah wilayah di Provinsi Sumsel dan Lampung, narkoba tersebut terlebih dahulu disimpan di sebuah gudang yang disewa tersangka Andi Eka di Ogan Ilir.

Kemudian kasus kedua, tersangka Michael Kosasih yang ditangkap di wilayah Sukarame Palembang, pada 26 Agustus 2019 lalu. Dari tangan tersangka turut diamankan barang bukti 20 kg sabu dan 18.800 butir pil ekstasi.


Baca juga: Sumbar Peringati Satu Dekade Gempa


"Pemusnahan dilakukan atas penanganan perkara sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Dengan ini ada 200.000 orang lebih dapat diselamatkan dari bahaya narkoba," ungkapnya.

Para tersangka mengedarkan dan membawa narkoba, lanjut Jhon, akan dikenakan Pasal 114 Ayat (2) dan 112 Ayat (2) junto Pasal 132 Ayat (1), dengan ancaman penjara maksimal seumur hidup.

Sementara itu, Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan Setda Sumsel, Akhmad Najib, mengatakan, pemerintah daerah sangat mendukung BNNP Sumsel, dan kepolisian untuk memberantas peredaran narkoba di Kota Palembang dan Sumsel.

"Bayangkan saja, jika narkoba ini berhasil diedarkan, berapa banyak pemuda-pemuda di Palembang, rusak karena narkoba ini. Jadi kita semua harus ikut serta memberantas narkoba," ungkapnya.

Ia menjelaskan, narkoba juga masyarakat Sumsel yang menggunakannya menjadi kecanduan dan ujungnya merusak generasi muda.

"Oleh itulah kita bekerja sama, saling bahu membahu membrantas peredaran narkoba di Kota Palembang. Dan jika mengetahui ada peredaran narkoba diharapkan segera melaporkan kejadian ini BNN atau pihak kepolisian," tandasnya. (OL-1)

 

Baca Juga

MI/Gabriel Langga

36 Petani Milenial di Maros Terima Dana Hibah Pemkab

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 05:00 WIB
Dana hibah itu disalurkan melalui Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services...
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas.

BPBD Aceh Barat Pastikan Kebakaran Lahan Gambut di Dua Lokasi 100 Persen Padam

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 23:24 WIB
Meski sudah dinyatakan padam secara total, pihaknya masih terus melakukan pemantauan di lokasi kebakaran guna memastikan tidak ada lagi...
Antara

BPBD: Kerugian Gempa Bali Capai Rp1 Miliar

👤Ant 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 23:01 WIB
Total ada 269 unit rumah yang rusak berat, 302 unit rumah rusak ringan, dan 39 fasilitas umum...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya