Selasa 01 Oktober 2019, 14:09 WIB

Sumbar Peringati Satu Dekade Gempa

Yose Hendra | Nusantara
Sumbar Peringati Satu Dekade Gempa

Antara
Ilustrasi

 

GEMPA bumi yang meluluhlantakkan Sumatra Barat satu dekade lampau atau tepatnya pada 30 September 2009 diperingati, dengan ditandai gerakan Sumbar menuju tangguh bencana.

"Substansi peringatan 10 tahun gempa Sumbar adalah menuju Sumbar tangguh bencana," ujar  Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur, Selasa (1/10).

Pada peristiwa gempa Sumbar sekitar 1.110 orang tewas. Infrastruktur hancur dan hingga kini masih banyak bekas gedung runtuh akibat gempa yang belum diperbaiki. Rumainur mengatakan, mengukur ketangguhan dalam peringatan 10 tahun gempa ini, menjadi momentum melihat apa saja yang sudah diperbuat sebelum dan sesudah gempa 30 September 2009.

"Jalur evakuasi kita melihatnya sebelum dan sesudah. Jadi sudah ada penambahan yang signifikan, seperti di Padang ada simpang Lalang, simpang Tabing, simpang Tunggul Hitam, simpang Lapai, simpang Alai. Semua sudah diperlebar dibanding sebelumnya," tandas Rumainur.

Meski demikian, dia mengaku belum cukup dan masih perlu penambahan.

"Evakuasi juga tidak melulu horizontal, tapi ada juga vertikal ke shelter dan potensial shelter," tukasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Padang bersama warga kota memperingati satu dekade gempa 30 September di  di Tugu Gempa, Jalan Diponegoro, Senin (30/9). Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa menjelaskan, kegiatan ini bukan bermaksud untuk membuka torehan luka lama kembali. Tetapi ingin menunjukan bahwa peristiwa yang telah terjadi untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi diri untuk siap menghadapi kemungkinan bencana yang akan terjadi.

"Kita tentu tidak menginginkan sesuatu yang buruk terjadi untuk Kota Padang. Tapi semua itu tergantung kehendak Maha Kuasa. Oleh sebab itu, mari kita jadikan momentum satu dekade pasca gempa bumi ini untuk bangkit, berkomitmen menjadikan kota ini sebagai kota cerdas bencana,"  terangnnya.

Ditambahkan Hendri, usaha yang lain yang dilakukan Pemko Padang untuk menjadikan Kota Padang, kota cerdas bencana adalah dengan memperkuat perizinan gedung baru agar memenuhi syarat aman gempa.

baca juga: Titik Panas Turun Kualitas Udara Membaik

"Kita ingin kedepan, bangunan-bangunan yang dibangun di Kota Padang ini dapat meniru bangunan yang ada di negara lain seperti Jepang yang ramah terhadap gempa. Kita juga akan menjalin kerjasama dengan negara tersebut supaya bangunan yang ada bisa ramah terhadap gempa sehingga pembangunan di Kota Padang akan lebih baik," harapnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More