Sabtu 28 September 2019, 07:21 WIB

Jumlah Pasien Korban Demo Wamena-Jayapura masih Didata

Antara | Nusantara
Jumlah Pasien Korban Demo Wamena-Jayapura masih Didata

Antara
Warga memadati Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, Jumat (27/9). Mereka meninggalkan Wamena pascakerusuhan pada Senin (23/9).

 

DINAS Kesehatan Provinsi Papua belum bisa memastikan dan saat ini masih mendata pasien korban demonstrasi anarkis di Wamena dan Jayapura yang berujung rusuh pada Senin (23/9).

"Untuk jumlah pasien dari Wamena ke Jayapura untuk menjalani pelayanan kesehatan kami belum bisa pastikan," kata Kepala Seksi Rujukan Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Papua, Darwin Rumbiak yang diberi tanggung jawab untuk mengurus pasien korban demo rusuh Wamena dan Kota Jayapura di Jayapura, Jumat (27/9).

Menurut dia, pasien yang turun dengan pesawat hercules dari Wamena ke Jayapura itu bukan hanya pasien, tetapi juga ditemani keluarganya, sehingga belum bisa dihitung. Ia berharap jumlah korban kerusuhan segera diperoleh jumlahnya sehingga bisa dipublikaiskan.

Sebelumnya, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jayawijaya, dr.Felly Sahureka mengakui total pasien luka kerusuhan anarkis sejak hari kejadian yakni Senin (23/9) hingga Kamis (26/9) sebanyak 71 pasien, tetapi sebagian di antaranya sudah pulang.

"Dari 71 pasien itu, 20 orang di antaranya yang dirujuk ke luar Wamena," kata Felly menanggapi situasi Papua terkini.

Aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di Wamena, Senin (23/9) lalu mengakibatkan 30 orang meninggal dunia dan ratusan bangunan milik pemerintah maupun swasta rusak dan dibakar oleh pendemo.

baca juga: Maluku Butuh Sosialisasi Gencar Mitigasi Bencana

Sedangkan di Kota Jayapura, empat orang meninggal dunia, tiga orang di antaranya warga sipil dan seorang anggota TNI AD atas nama Praka Zulkifli anggota 751 Raider dalam unjuk rasa anarkis yang berujung rusuh di Perumnas I Expo, Waena, Abepura, Senin (23/9). Aksi demo anarkis kala itu terjadi di kawasan Expo Waena, setelah masa demo dipulangkan dari halaman Universitas Cenderawasih Jayapura dengan menggunakan 15 truk. (OL-3)

 

Baca Juga

MI/Lilik Darmawan

Teknologi Dipadu Budidaya Magot untuk Solusi Sampah

👤Lilik Darmawan 🕔Minggu 29 November 2020, 09:36 WIB
Magot atau belatung dapat dibudidayakan menjadi magot dewasa untuk pakan ternak atau dilanjutkan jadi lalat hitam atau black soldier fly...
Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Barito Kuala Bagian Pengembangan Food Estate

👤Denny Susanto 🕔Minggu 29 November 2020, 09:30 WIB
Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan menjadi bagian program pengembangan ketahanan pangan (food estate) yang tengah dijalankan...
Ilustrasi

Komunitas Biara Kkottongaen di Mabar Terpapar Covid-19

👤John Lewar 🕔Minggu 29 November 2020, 09:23 WIB
Komunitas biara Suster Bruder KKottongaen Indonesia di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT ada yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya