Minggu 22 September 2019, 18:50 WIB

Camat Nubatukan Gencar Sosialiasi Perda tentang Sampah

Alexander P Taum | Nusantara
Camat Nubatukan Gencar Sosialiasi Perda tentang Sampah

MI/Alexander P Taum
Camat Nubatukan, Maria Anastasia Barabaje.

 

PEMERINTAH Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kini gencar melakukan sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2012 tentang Sampah, Limbah Rumah Tangga dan Industri.

Sosialisasi tersebut dimaksudkan untuk membangun kesadaran warga Kota Lewoleba untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat.

Permasalahan sampah di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, tak kunjung usai. Selagi belum ada kesadaran masyarakat, sampah akan terus jadi momok bagi ibu kota Kabupaten Lembata itu.

Banyak relawan pencinta lingkungan dan kelompok peduli sampah yang sudah bekerja.

Camat Nubatukan, Maria Anastasia Barabaje, kepada Media Indonesia, Minggu (22/9), mengatakan, saat ini, pihak kecamatan rutin melakukan kunjungan kerja ke setiap kelurahan untuk mensosialisasikan aturan-aturan yang sudah tertuang dalam perda termasuk salah satunya soal sampah.

Anastasia menyebutkan, dalam Perda Nomor 12 Tahun 2012 sudah dirincikan detail-detail regulasi soal sampah dan limbah rumah tangga dan industri.

"Masyarakat kita mungkin ada yang tahu dan ada yang tidak tahu. Jadi kita sosialisasikan ini sehingga kalau suatu saat kita lakukan penindakan mereka tidak kaget," imbuhnya.

Disebutkan, pihaknya akan menyiapkan peralatan penunjang kebersihan dan sudah dianggarkan dari dana Kelurahan tahun depan.


Baca juga: Titik Api kembali Muncul di Lereng Selatan Gunung Slamet


Anastasia mengatakan, pemerintah sudah membahas soal pembagian tugas pengangkutan sampah. Pihak kecamatan bertanggung jawab terhadap sampah dari rumah tangga ke tempat pembuangan sementara. Sedangkan dari tempat pembuangan sementara ke tempat pembuangan akhir jadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup.

"Untuk satu tahun ini kita masih menggalakkan kesadaran mereka, sehingga tahun depan mereka sudah mengumpulkan sampah di depan rumah supaya ada yang angkut," ujarnya.

Ia menyoroti kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Kami berterima kasih, kenapa masih ada orang yang punya hati untuk menjaga lingkungan padahal kebersihan lingkungan itu kembali untuk diri sendiri," ungkapnya.

Secara tegas, satu-satunya camat perempuan di Lembata itu mengatakan masyarakat seharusnya merasa malu karena ada orang lain yang datang membersihkan rumah mereka sendiri. Disebutkan, kalau masyarakat sudah malu maka dia akan sendiri sadar bahwa orang lain saja memperhatikan kebersihan lingkungan mereka apalagi diri sendiri.

Ia menjelaskan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan mengumpulkan sampah ini harus jadi kebiasaan dan budaya setiap masyarakat dulu. Kalau tidak, masalah sampah tidak akan tuntas diselesaikan.

Dia juga berharap tahun depan merekan juga bisa bekerja lebih maksimal agar persoalan sampah di dalam kota Lewoleba dapat teratasi.(OL-1)

Baca Juga

dok.pribadi

Masyarakat minta Lukas Enembe Taat Hukum agar Papua Tetap Aman dan Damai

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Oktober 2022, 16:22 WIB
MASYARAKAT Papua ingin Gubernur Lukas Enembe taat hukum agar Papua tetap aman dan damai, sehingga pembangunan berjalan dengan...
MI/VOUCKE LONTAAN

Polda Sulawesi Utara Gelar Operasi Zebra 2022 Menjaring Pelanggar Aturan Lalu Lintas

👤Voucke Lontaan 🕔Senin 03 Oktober 2022, 15:50 WIB
Operasi dilaksanakan dengan mengedepankan kegiatan preventif, edukatif dan persuasif serta...
dok.pribadi

MRP dan DPRP Diminta Fasilitasi Pertemuan Para Tokoh Papua untuk Redam Reaksi Pendukung LE

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Oktober 2022, 13:32 WIB
Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) diminta mencari jalan tengah guna mengatasi persoalan yang sedang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya