Sabtu 14 September 2019, 19:50 WIB

Tersangka Kasus Meikarta Laporkan Bekas Anak Buah terkait Fitnah

mediaindonesia.com | Nusantara
Tersangka Kasus Meikarta Laporkan Bekas Anak Buah terkait Fitnah

ANT/Hafidz Mubarak A
Foto aerial proyek pembangunan kawasan Meikarta, Cikarang, Jawa Barat.

 

SKANDAL proyek Meikarta memasuki babak baru. Mantan Direktur Utama Lippo Cikarang yang juga menjadi tersangka kasus Meikarta, Bartholomeus Toto, bekas anak buahnya Edi Dwi Soesianto ke Polrestabes Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/9), atas fitnah dan pencemaran nama baik.

Langkah hukum yang dilakukan Toto bisa jadi merupakan kunci yang akan menguak skandal Meikarta lebih terbuka dan transparan. Hal itu dibenarkan pengacara Toto, Supriyadi.

"Betul kami telah melaporkan Edi Dwi Soesianto terkait keterangan fitnah dan pencemaran nama baik sesuai Pasal 310 UU KUHP, di mana Edi Dwi Soesianto dalam persidangan Tipikor Bandung atas terdakwa Billy Sindoro dkk yang terbuka untuk umum pada 14 Januari 2019 sudah memfitnah klien kami," ujar Supriyadi kepada media, Sabtu (14/9).
 
Supriyadi menambahkan, pihaknya telah menyerahkan bukti-bukti kuat kepada pihak penyidik kepolisian bahwa pengakuan Edi Dwi Soesianto, yang menyatakan bahwa kliennya mengetahui, menyetujui, dan memberikan uang sebesar Rp10,5 miliar kepada Neneng Hasanah Yasin (mantan Bupati Bekasi) adalah fitnah.

"Klien kami sangat dirugikan dan terpukul dirinya dijadikan tersangka KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), nama baiknya telah dicemarkan di publik, dan klien kami akan terus berjuang untuk mencari kebenaran dan memperoleh keadilan," tambahnya.


Baca juga: Rp900 Ribu per Bulan, Kompensasi Warga Terdampak Limbah Minyak


Supriyadi melanjutkan, sebetulnya mantan Sekretaris Direksi PT Lippo Cikarang Tbk, Melda Peni Lestari, juga sudah membantah bahwa dia pernah menerima uang tunai sebesar Rp10,5 miliar dari kliennya.

"Dan dia juga membantah telah menyerahkan uang sebesar Rp10,5 miliar kepada Edi Dwi Soesianto. Saya tidak mengerti mengapa selama ini tidak ada pihak yang mau meneliti lebih jauh terhadap kejanggalan tuduhan kepada klien kami. Mengapa tidak dilakukan audit forensik keuangan terhadap PT Lippo Cikarang Tbk. Sebuah upaya pembuktian yang sesungguhnya sangat mudah sederhana dan mudah," papar Supriyadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Toto telah dijadikan tersangka oleh KPK terkait dugaan pemberian gratifikasi perizinan proyek Meikarta.

Lembaga antirasywah menduga Toto telah memberikan gratifikasi sebesar Rp10,5 miliar kepada Neneng Hasanah Yasin, mantan Bupati Bekasi, untuk memuluskan IPPT proyek Meikarta. Neneng sendiri sudah divonis bersalah dalam kasus itu.

Untuk itu, Toto melalui tim kuasa hukumnya ke Polrestabes Bandung. Laporan itu sudah diterima polisi dengan nomor laporan: STPL/2019/IX/2019/JBR/Polrestabes. (RO/OL-1)

 

Baca Juga

ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

BPBD Kabupaten Sleman Catat 33 Pengungsi Turgo Kelompok Lansia

👤Agus Utantoro 🕔Kamis 28 Januari 2021, 08:08 WIB
BPBD pada Rabu (27/1) mengeluarkan perintah pengungsian bagi warga Turgo, khususnya RT 3 dan RT 4 yang lokasi pemukimannnya dekat dengan...
MI/Apul Iskandar

Pemkot Tebing Tinggi Gelar Forum Konsultasi Publik

👤Apul Iskandar 🕔Kamis 28 Januari 2021, 07:56 WIB
Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan menggelar forum konsultasi publik menjelang akhir...
ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

55.520 Vial Vaksin Covid-19 Didistribusikan ke 20 Kabupaten di NTT

👤Palce Amalo 🕔Kamis 28 Januari 2021, 07:40 WIB
Sebanyak 55.520 vial vaksin covid-19 tahap kedua sudah tiba di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan siap didistribusikan ke kabupaten di wilayah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya