Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
LIMA anggota TNI dari Kodam V/Brawijaya dinonaktifkan setelah terbukti berada di lokasi unjuk rasa di depan asrama mahasiswa Papua pada 17 Agustus 2019.
Lima anggota TNI itu antara lain Danramil 0831/02 Tambaksari, Surabaya Mayor NH Irianto. “Sementara yang bersangkutan dibebastugaskan untuk mempermudah penyidikan,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya Letnan Kolonel Imam Haryadi di Surabaya, kemarin.
Dia melanjutkan, sanksi berupa skorsing dijatuhkan lantaran kelima anggota TNI tersebut diduga melakukan pelanggaran disiplin. Hal itu berdasarkan video yang beredar luas di media sosial.
Meski begitu, Kapendam membantah bila mereka dinonaktifkan karena ujaran pelecehan ras yang memicu kerusuhan di Papua. “Hal yang jelas sudah kelihatan dalam video tersebut. Mereka tidak menampilkan jati diri sebagai seorang aparat. Dia marah-marah. Itu tidak boleh.”
Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur memeriksa mantan anggota Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI), Tri Susanti, terkait kasus dugaan ujaran kebencian saat beraksi di asrama mahasiswa Papua, Jalan Kalasan Surabaya.
Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan, selain Tri Susanti, pihaknya juga memanggil enam orang lain yang berasal dari unsur organisasi masyarakat (ormas), masyarakat, dan organisasi kepemudaan (OKP).
“Tujuh orang itu termasuk Tri Susanti, hari ini (kemarin) dipanggil atas kasus ujaran kebencian untuk dilakukan pembuktian terkait video yang sudah beredar,” ujarnya. Tri Susanti datang ke Ditreskrimsus Polda Jatim sekitar pukul 13.41 WIB didampingi kuasa hukumnya, Sahid.
Dia mengaku tidak tahu secara jelas alasan dipanggil ke Siber Polda Jatim. Dia pun menegaskan pemanggilannya bukan mewakili ormas yang kala itu menggelar aksi asrama mahasiswa Papua, melainkan atas nama individu.
Terpisah, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nazir meminta kepada seluruh rektor perguruan tinggi di Indonesia agar bisa menjamin tidak ada lagi diskriminasi mahasiswa asal Papua, terutama dari sesama mahasiswa.
Ia menegaskan, bila ada kampus yang masih melakukan praktik rasis terhadap anak-anak Papua, rektor di kampus terkait akan diberikan sanksi tegas hingga pemecatan. (FL/OL/Ant/N-3)
PEMERINTAH Indonesia menegaskan rencana pengerahan hingga 8.000 personel TNI ke Gaza akan sepenuhnya berfokus pada misi kemanusiaan, bukan operasi tempur.
Donny Pramono menyatakan bahwa proses penyiapan pasukan untuk misi perdamaian dan kemanusiaan ke Gaza, Palestina, terus dimatangkan.
Jumlah pelanggaran prajurit TNI 2025 menurun hingga 40%. Namun, tantangan disiplin dan kejahatan siber masih jadi sorotan.
Pemerintah mengambil langkah konkret dengan memperkuat pengamanan bandara khususnya di wilayah di Papua menyusul insiden penembakan pesawat perintis di Papua Selatan.
Indonesia siapkan 8.000 personel TNI untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza, tunjukkan komitmen misi perdamaian.
PEMERINTAH berencana mengirim 8.000 prajurit TNI ke Gaza, Palestina untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF). Keputusan itu dinilai sarat risiko
Pada 2025, Jawa Timur mencatatkan skor kinerja pelayanan publik terbaik nasional dengan angka 4,75 dari skala 5.
KPK juga terus meminta media untuk memberitakan kasus korupsi, agar pejabat takut apabila ingin memakan uang rakyat.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa angka ini merupakan hasil kesepakatan bersama yang mempertimbangkan berbagai indikator ekonomi makro.
Keberkahan Jawa Timur akan terwujud apabila seluruh masyarakat dapat menjalankan ajaran agama dan kepercayaannya masing-masing dengan sebaik-baiknya.
Selain fokus pada kemacetan, faktor keselamatan pengemudi juga menjadi prioritas.
Pemasangan EWS yang berlangsung selama sepekan terakhir ini dilakukan berkolaborasi dengan tim BPBD setempat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved