Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Blora, Jawa Tengah selain memiliki kekayaan alam seperti ladang minyak dan hutan, juga pemandangan alam yang indah. Namun demikian hingga kini masih ada 42 desa kategori miskin hingga kini belum bisa ditangani. Dari data yang ada dari 42 desa di Kabupaten Blora ini, 12 desa di antaranya tergolong sangat miskin yakni Desa Ketileng, Ngumbul dan Kedungwungu berada di Kecamatan Todanan, Desa Pilang Kecamatan Randublatung, Desa Getas, Mendenrejo dan Sumber Kecamatan Kradenan,
Desa Botoreco Kecamatan Kunduran, Desa Gabusan dan Banjarliysan Kecamatan Jati, serta Desa Wado Kecamatan Kedungtuban.
Masih menurut data diterima dari Penerintah Kabupaten Blora, dari luas wikayah 1.821,59 kilometer persegi ini, 49% adalah hutan yang sebagian besar merupakan hutan jati dikuasai oleh Perum Perhutani, sedangkan di wilayah Cepu, bagian timur berbatasan dengan Bojonegoro adalah sumber minyak dan gas bumi.
Warsono, warga Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban, Blora mengatakan warga desa setempat sudah terbiasa menghadapi kesulitan. Hasil buni seperti gabah, cabai, palawija, setiap kali panen terpaksa dijual murah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Umumnya para tengkulak yang datang hanya mampu menawar murah karena jalanan menuju desa lumayan berat dan harus masuk hutan.
"Sedangkan kami jika beli ban sepeda atau motor serta barang pabrik di sini mahal karena harus didatangkan dari luar kota," tambahnya.
Bupati Blora, Djoko Nugroho menanggapi persoalan yang dihadapi Warsono mengatakan bahwa penyebab kemiskinan karena keterbatasan infrastruktur jalan dan jembatan, sehingga warga kesulitan menjual hasil bumi dengan harga pantas.
Menurutnya desa-desa miskin di Blora terisolasi karena akses jalan dan jembatan terbatas. Yakni jalan tanah dengan kondisi memprihatinkan. Untuk membuka keterisolasian ini, Pemkab Blora menggenjot pembangunan infrastruktur dengan membuka hutan dan dibangun infrastruktur yang menembus desa-desa terisolir. Dari 42 desa miskin kini tingga 12 desa yang masih harus dibenahi.
"Seluruh infrastruktur di sini 100% dibangun pemerintah baik kabupaten, provinsi maupun pusat. Tidak ada swasta karena memang tidak ada investasi," terang bupati.
Masih menurut Djoko Nugroho, langkah membuka keterlisolasian dengan membangun akses jalan terbukti mampu menekan kemiskinan di ratusan desa di Blora.
baca juga: Anggota DPRD dari Nasdem Perjuangkan Kebangsaan dan Pluralitas
Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara terpisah mengatakan program pengentasan kemiskinan di desa-desa sedang dikerjakan Satu Dinas Satu Desa menggerakkan setiap satu organisasi perangkat daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jateng menggarap satu sektor di desa miskin.
"Program ini memprioritaskan 745 desa binaan di 14 kabupaten di Jateng, sehingga 3,87 juta jiwa penduduk miskin di desa-desa itu segera dapat terangkat menjadi sejahtera," kata Ganjar Pranowo.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar pelatihan dan uji sertifikasi kompetensi bagi 150 tenaga kerja konstruksi, meningkatkan kualitas SDM sektor konstruksi.
Makhruzi mengatakan pihaknya berencana memperkuat fungsi sosial PLBN tidak hanya sebagai pintu perlintasan, tetapi juga pusat layanan masyarakat.
Seorang pelajar tewas dalam kecelakaan di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, setelah terjatuh akibat jalan berlubang, Senin pagi.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
Rapat konsolidasi membahas klaster infrastruktur, mencakup jalan, jembatan permanen, jembatan bailey, serta infrastruktur sungai seperti irigasi, daerah aliran sungai hingga sumur bor.
Ayedh Dejem Group, perusahaan konstruksi dan pengembangan asal Emirat Arab, mengumumkan investasi sekitar Rp4 triliun di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia menilai pesan utama Prabowo adalah penguatan postur pertahanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap negara.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved