Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BERTANI di lahan gambut dengan hasil melimpah tanpa harus membakar lahan, ternyata bukan hal mustahil. Bahkan kini model semacam itu terus dikembangkan oleh warga Kecamatan Kapuas Barat Kabupaten Kapuas,Kalimantan Tengah.
"Saya mulai mencoba menerapkannya pada 2011, tapi tiga tahun saya gagal. Sekarang, saya tanam bawang merah, kini sudah tiga kali panen dan hasilnya sangat memuaskan," kata Yanir, Kepala Desa Anjir Kalampan, Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas saat berada di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (13/8).
Yanir merupakan petani yang sudah membuktikan bahwa bertani di lahan gambut bisa dilakukan tanpa harus membakar. Hasilnya juga sangat memuaskan karena tanaman tetap subur asal diperlakukan dengan benar. Usaha Yanir ini makin dikenal publik. Kegigihannya bersama warganya dalam bertani tanpa bakar di lahan gambut kini berbuah manis. Hasil panen melimpah dan kini menjadi percontohan bagi daerah lain.
Kepala desa dua periode yang berpendidikan sarjana sosial itu mengatakan, memang memerlukan perhatian khusus dalam bertani di lahan gambut. Namun dia memastikan semua itu tidak terlalu sulit karena semua bisa dilakukan secara manual seperti yang sudah mereka lakukan selama ini.
Tanah gambut yang hendak ditanami harus diolah dan dibuat bedeng atau balur yang nantinya menjadi tempat untuk menanam tanaman. Selanjutnya tanah harus disiram dan dijaga agar tetap lembab sehingga tanaman bisa tumbuh. Yanir mengingatkan, penting untuk memperhatikan tingkat kelembaban dan keasaman tanah agar tanaman bisa hidup. Yanir juga tidak menggunakan pupuk kimia, tetapi pupuk organik berupa kompos yang dibuat dari fermentasi berbagai tumbuhan yang ada di lokasi itu selama 20 hari, seraya menunggu pembibitan sudah siap tanam.
Yanir menambahkan, belum lama ini ia menaman bawang merah sebanyak 400 kilogram dan menghasilkan 1,2 ton dan setelah dikeringkan menjadi 800 kg atau 100 persen dari bawang yang ditanam.
Yanir mengaku sangat bersyukur karena petani di desanya mendapat bantuan dari pemerintah dan Badan Restorasi Gambut, mulai dari berbagai alat produksi pertanian hingga pembinaan dan pendampingan. Keberhasilan mengelola pertanian di lahan gambut tanpa bakar menarik minat banyak pihak. Bahkan beberapa waktu lalu pengunjung dari lima negara datang untuk melakukan studi banding ke desa itu.
baca juga: BTP Akan Dirikan Pabrik Ternak di NTT
Yanir yang sudah tiga tahun bermitra dengan Badan Restorasi Gambut, kini juga sering berkeliling ke desa-desa di Kalteng untuk berbagi ilmu bertani tanpa bakar di lahan gambut. Sedikitnya sudah 100 desa yang didampinginya melaksanakan pertanian dengan sistem tersebut. (OL-3)
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Keberhasilan Indonesia mencapai target Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 sangat bergantung pada percepatan restorasi gambut.
Kemudian, memastikan masyarakat lokal, yang paling tahu tentang gambut, mendapatkan pelatihan dan dukungan
Data historis menunjukkan bahwa emisi gas rumah kaca (GRK) dari lahan gambut serta kebakaran hutan masih menjadi kontributor utama peningkatan emisi nasional.
Kolaborasi antara IPB University dengan Kyoto University bertujuan meningkatkan peran masyarakat sebagai ujung tombak dalam penuntasan masalah gambut yang masih berkelindan di tanah air,
Kubah gambut merupakan sumber air yang sangat penting bagi kesehatan tanah di sekitarnya, terutama saat musim kemarau.
Buruknya perlakuan terhadap ekosistem gambut pun menyebabkan kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ikut meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved