Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMARAU panjang di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berdampak terhadap krisis air bersih di 73 kampung, 35 desa, dan 17 kecamatan. Sebanyak 7.774 kepala keluarga atau 22.388 jiwa terdampak kekeringan.
"Jumlah KK atau jiwa yang paling banyak terdampak kekeringan berada di Kampung Warung Ceuri, Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda. Berdasarkan pendataan, jumlahnya mencapai 760 KK atau 2.408 jiwa," kata Koordinator Pusat Pengendali dan Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna kepada Media Indonesia, Senin (12/8).
Data wilayah terdampak bencana sifatnya masih sementara. Artinya, kata Daeng bisa jadi jumlah wilayah dan warga terdampak kekeringan di Kabupaten Sukabumi bertambah.
"Kami terus memantau dan mendata di lapangan," tuturnya.
Pemkab Sukabumi telah menangani dampak kekeringan tersebut dengan menyalurkan berbagai bantuan. Tak hanya penyaluran air bersih yang notabene diberikan kepada wilayah dilanda krisis, bantuan juga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
"Makanya, asesmen di lapangan dilakukan untuk mengetahui kebutuhan apa saja yang dibutuhkan masyarakat akibat dampak kekeringan," jelas dia.
Tujuh belas wilayah terdampak kekeringan itu terdiri dari Kecamatan Cicurug, Kecamatan Cidadap, Kecamatan Gegerbitung, Kecamatan Tegalbuleud, Kecamatan Waluran, Kecamatan Cikembar, Kecamatan Gunungguruh, Kecamatan Kabandungan, Kecamatan Jampangtengah, Kecamatan Parungkuda, Kecamatan Ciracap, Kecamatan Surade, Kecamatan Cisolok, Kecamatan Palabuhanratu, Kecamatan Cisaat, Kecamatan Cikakak, dan Kecamatan Ciemas. Dua pekan lalu, jumlah yang terdampak berada di 11 desa dan 7 kecamatan.
Sementara itu, krisis air yang melanda Kampung Jujuluk Pasir Randu RT 02/08, Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok, sejak dua bulan terakhir, mengakibatkan warga setempat terpaksa jarang mandi. Bak penampungan yang biasa dimanfaatkan warga setempat mengering lantaran makin menyusutnya debit air pada sumber mata air.
"Kalau mau mandi harus ke aliran Sungai Cibareno. Jaraknya dari kampung kami sekitar 1 kilometer," kata Encep, 42, warga setempat, Senin (12/8).
Jaraknya yang cukup jauh membuat warga berpikir dua kali kalau setiap hari harus bolak-balik ke aliran Sungai Cibareno. Karena itu, mereka pun memilih jarang mandi.
"Paling mandinya dua hari sekali. Ada juga warga yang numpang mandi ke rumah saudaranya," jelas dia.
Encep mengaku, situasi di kampungnya cukup tak karuan akibat kekurangan air. Bak penampungan yang dipasok dari sumber mata air satu-satunya di wilayah itu sudah tak bisa diandalkan karena debitnya terus menyusut.
"Sumber mata airnya kering. Jadi, sudah tak bisa lagi mengaliri ke bak penampungan. Jarak dari permukiman ke bak penampungan sekitar 800 meter," sebut dia.
baca juga: Terpantau 1.124 Hotspot di Kalimantan Barat
Sisa-sisa air di sumber mata air hanya cukup untuk kebutuhan memasak, mencuci piring, dan berwudhu. Kalau untuk aktivitas yang memerlukan banyak air, seperti mandi sudah tak bisa dilakukan.
"Saat normal, bak bisa menampung hampir 7 ribu liter air dari sumber mata air. Sekarang mah boro-boro karena sumber mata airnya juga sudah kering," tandasnya. (OL-3)
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
Kebutuhan untuk penanganan kekeringan dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu dicari upaya lain seperti mencari sumber air baru.
Gelombang panas, terutama pada siang hari, mempercepat penguapan air dari daun dan tanah, menurunkan ambang kekeringan.
BEBERAPA desa di kawasan lereng Gunung Merapi, di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini mengalami kekeringan
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (31/7) hujan masih turun di sejumlah daerah di Jawa Tengah terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, namun dengan intensitas yang menurun.
Mundurnya musim tanam disebabkan adanya revitalisasi atau perbaikan saluran irigasi baik air yang mengalir melalui Saluran Induk Cipelang dan Saluran Induk Sindupraja.
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved