Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENINGKATNYA kasus gigitan rabies di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyebabkan terbatasnya stok Vaksin Anti Rabies (VAR) untuk melayani pasien seluruhnya.
Ketersediaan obat saat ini hanya bertahan beberapa bulan saja, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan selama setahun. Padahal pasien rabies saat ini mencapai 948 kasus yang harus mendapatkan pelayanan vaksin tersebut.
Terbatasnya stok vaksin anti rabies (VAR) ini diakui oleh Kabid Pencegahan dan pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Flotim,Sudirman Kia saat dikonfirmasi Rabu (7/8).
"Memang dua bulan lalu kami mengalami kekosongan vaksin, begitu juga dengan kondisi saat ini, kami mengakui ketersediaan VAR tidak bisa mencukupi selama setahun dan hanya bertahan beberapa bulan saja. Sebelumnya pengadaan melalui dana APBD sekitar 1.800 VAR, tetapi karena tingginya pasien rabies saat ini sehingga stok vaksin menipis," ujar Sudirman.
Baca juga: Penyebaran Virus Rabies Meluas di Flores, Kambing pun Terjangkit
Sudirman pun menambahkan terbatasnya stok obat ini karena pembagian vaksin untuk setiap orang sebanyak 5 kali sehingga tidak mencukupi untuk 948 pasien.
"Vaksin Anti Rabies sudah kami distribusikan ke seluruh puskesmas yang ada. Biasanya kami memberikan satu pasien 5 kali vaksin VAR, sekitar 450 orang yang dilayani vaksin, sehingga jika dibandingkan pasien saat ini sebanyak 948 orang," ujarnya.
"Setiap bulannya dirata-ratakan ada 150 pasien yang dilayani. Berarti dari 1.800 stok vaksin hanya bisa mencukupi 3 atau 4 bulan saja. Dan sisanya nanti kami akan meminta bantuan ke provinsi. Sebelumnya beberapa hari lalu juga, saya sudah mencoba menghubungi di pusat, tetapi stok vaksin kosong, sehingga kami saat ini berharap bantuan dari provinsi," pungkas Sudirman.
Ia menyatakan, pihaknya juga sudah mengimbau setiap warga untuk meningkatkan kewaspadaan, dan aktif memperhatikan tingkah laku hewan peliharaan masing-masing. Jika ada perubahan pola tingkah laku hewan, warga diharapkan segera melaporkan ke rumah sakit dan puskesmas terdekat, agar hewan peliharaan diberi vaksin anti rabies.
"Karena temuan terbaru tidak hanya anjing dan kucing, tetapi kambing pun ditemukan positif rabies. Saat ini petugas pun sedang melakukan observasi terhadap rusa dan bebek," sambungnya. (A-4)
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Baru sebulan dipakai, proyek jalan Inpres senilai Rp18,3 miliar di Nagekeo NTT rusak parah. Warga menduga pengerjaan asal jadi dan minta KPK turun tangan.
Balita di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Alami Stunting
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved