Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) belum menaikkan status kebencanaan meski sudah semakin banyak wilayahnya yang kekeringan. Seperti diketahui, BPBD Jawa Barat menyatakan 20 kabupaten/kota mengalami kekeringan akibat musim kemarau kali ini. Menurut Emil, dirinya tidak ingin terburu-buru dalam menaikkan status meski semakin banyak wilayahnya yang kekeringan.
"Nanti saya kasih kabar," kata Emil di kampus Universitas Padjajaran, Selasa (6/8).
Namun, dia memastikan pihaknya sudah bekerja untuk mengatasi kekeringan meski tidak menaikkan status kebencanaan.
"Tanpa status siaga, kita sudah bekerja, sudah siaga kekeringan," katanya.
Sebagai contoh, Emil mengaku sudah berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mengatasi kekeringan ini mulai dari program jangka pendek hingga panjang. Untuk jangka pendek, dia menginstruksikan PDAM di seluruh wilayahnya agar lebih sering turun ke masyarakat untuk memasok air bersih.
"Saya sudah instruksikan PDAM di semua daerah untuk lebih aktif mengirimkan tanki-tanki air. Lebih turun ke masyarakat," katanya.
Selain itu, pihaknya pun sudah menginstruksikan pengelola irigasi agar membagikan saluran air lebih merata ke para petani.
Sedangkan untuk jangka panjang, Emil mengaku sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk merealisasikan
pembangunan sejumlah waduk. Cara ini diyakini ampuh untuk mengatasi kekeringan karena waduk berfungsi sebagai tempat menyimpan air di saat musim kemarau.
"Di Afrika Selatan saat hujan, air tak ditampung. Jadi enggak ada air," katanya.
Untuk realisasi waduk ini, menurut dia pihaknya sudah melakukan pembebasan lahan seperti di di Citarum.
baca juga: Pemadaman Listrik Tidak Ganggu Seismograf
Lebih lanjut, Emil mengimbau masyarakat agar lebih hemat dalam menggunakan air. Menurutnya, penggunaan yang berlebihan akan memperburuk kekeringan karena cadangan air yang terus berkurang.
"Kalau bumi mau selamat, kita harus banyak berhemat dalam mengonsumsi air. Sehingga tak terjadi pemborosan," pungkasnya. (OL-3)
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
Kebutuhan untuk penanganan kekeringan dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu dicari upaya lain seperti mencari sumber air baru.
Gelombang panas, terutama pada siang hari, mempercepat penguapan air dari daun dan tanah, menurunkan ambang kekeringan.
BEBERAPA desa di kawasan lereng Gunung Merapi, di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini mengalami kekeringan
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (31/7) hujan masih turun di sejumlah daerah di Jawa Tengah terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, namun dengan intensitas yang menurun.
Mundurnya musim tanam disebabkan adanya revitalisasi atau perbaikan saluran irigasi baik air yang mengalir melalui Saluran Induk Cipelang dan Saluran Induk Sindupraja.
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved