Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Pada Minggu (4/8), buaya yang viral sejak 2016 tersebut muncul kembali di sekitar muara sungai Palu, Jalan Raja Moili, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur.
Meski tidak begitu menampakkan sosoknya secara utuh, namun buaya yang bisa hidup di air tawar dan air asin ini cukup menarik perhatian warga yang kebetulan ada di sekitar muara.
“Sudah mau ada sebulan buaya ini saya lihat sering muncul di muara,” aku salah satu warga Nur Aini ,41, saat ditemui Media Indonesia di muara sungai Palu.
Berdasarkan pantauan, buaya jenis muara atau berkatak dengan nama ilmiah crocodylus porosus ini semakin membesar dari sebelumnya. Selain panjang hampir empat meter, badan buaya ini juga lebar. Hal ini kemudian membuat ban yang melingkar di lehernya semakin menjepit.
“Kalau dulu masih bisa kelihatan lingkaran bannya, sekarang sudah terjepit sekali. Kalau dibiarkan terus seperti ini, takutnya buaya ini mati,” imbuh Aini.
Meski terlihat seperti menderita dengan ban yang melingkar di badannya, namun buaya ini tetap sabar dan sama sekali tidak mengganggu aktivitas warga di muara.
Sebaliknya, warga yang kebetulan melihat buaya ini naik berjemur ke daratan juga tidak mengganggu.
“Kalau buaya ini muncul kami beraktivitas seperti biasa. Jangan diganggu buaya itu biar kita juga tidak diganggu,” kata seorang nelayan Muhammad Amran.
Menurut Amran, warga yang datang melihat buaya ini pun sering diimbau agar tidak mengganggu buaya tersebut ketika naik berjemur.
“Kalau cuman mau lihat silahkan, tapi kalau mau diganggu jangan. Ini buaya juga tidak mengganggu. Malahan kami mau bantu untuk lepaskan ban di lehernya, cuman apa daya kami tidak bisa,” jelas Amran.
Oleh karena itu, Amran dan nelayan lainnya yang setiap harinya beraktivitas di sekitar muara berharap ada pihak yang bisa menyelamatkan buaya tersebut.
“Kalau ini buaya semakin besar pasti semakin membahayakan dirinya karena ban itu semakin mencekik lehernya. Makanya perlu ada relawan,” tandasnya.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pangi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng, Haruna, menambahkan, upaya penyelamatan buaya berkalung ban di muara sungai Palu sebelumnya telah dilakukan.
Bahkan, segala cara mulai dari ritual adat pemanggilan buaya hingga mengundang pawang hewan buas Panji Sang Petualang sudah dilakukan.
“Tetapi masih belum berhasil. Makanya kami tengah mencari cara lain lagi,” ungkapnya.
Menurut Haruna di sungai Palu, tidak hanya terdapat buaya berkalung ban, namun juga terdapat puluhan buaya lainnya.
“Ada sekitar 21 ekor buaya dewasa. Jumlah itu didapatkan saat melakukan identifikasi di lapangan, itupun hanya yang berukuran besar," jelasnya.
Terkait banyaknya buaya itu, BKSDA sudah mengimbau agar masyarakat tidak banyak beraktivitas di seputar sungai yang merupakan habitat hewan buas tersebut.
“Kami sudah imbau, karena kami tidak mau ada warga yang beraktivitas di sungai Palu menjadi korban,” tutup Haruna. (OL-09)
Warga Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi dikejutkan oleh kemunculan seekor buaya berukuran besar di parit sempit kawasan persawahan pada Senin (22/12).
Seekor buaya berukuran besar menggegerkan warga setelah ditemukan berada di area persawahan di Kampung Cikiwul, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
Keberadaan seekor buaya muara berukuran raksasa di area persawahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, akhirnya menemukan titik terang
Temukan 9 makhluk purba yang masih hidup hingga kini, dari hiu, buaya, hingga ayam, yang telah berevolusi sejak sebelum manusia ada.
Menurut Matt Lamanna dari Carnegie Museum, penemuan ini bisa mengartikan jika dinosaurus itu memang sedang memakan buaya atau hanya kebetulan.
Paleontolog telah mengidentifikasi spesies baru buaya purba dari fosil individu muda di barat daya Montana, Amerika Serikat.
Pelibatan Mabes Polri diperlukan untuk menguji transparansi penanganan kasus yang selama ini bergulir di Polda Sulteng.
HUJAN deras mengguyur Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (11/1). Curah hujan tinggi membuat empat desa tergenang.
CIFOR-ICRAF Indonesia bersama Kelompok Kerja Solutions for Integrated Land and Seascape Management in Indonesia (Pokja SOLUSI) Sulawesi Tengah menggelar konsultasi publik.
Filosofi siaga sebelum bencana harus menjadi budaya kerja sekaligus budaya hidup
ATLET asal Sulawesi Tengah, Brigpol Akyko Micheel Kapito, dipastikan memperkuat tim nasional Teqball Indonesia pada Sea Games Thailand 2025.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, mendorong para dokter umum di Sulteng melanjutkan pendidikan dokter spesialis melalui Program Beasiswa Berani Cerdas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved