Kamis 01 Agustus 2019, 19:10 WIB

Delapan Orangutan kembali Dilepasliarkan ke Hutan Kalteng

Surya Sriyanti | Nusantara
Delapan Orangutan kembali Dilepasliarkan ke Hutan Kalteng

MI/Surya Sriyanti
Pelepasan orangutan di hutan Kalimantan Tengah

 

YAYASAN Borneo Orangutan Survival Foundation (BOS) bekerja sama dengan para pemangku kepentingan, Kamis (1/8) kembali melepasliarkan delapan orangutan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah .

Pelepasliaran ini merupakan yang ke-16 kalinya di taman nasional tersebut sejak pertama kali Agustus 2016, sekaligus yang ke-29 di Kalimantan Tengah sejak 2012.

"Pelepasliaran itu juga akan menambah populasi orangutan hasil rehabilitasi menjadi 128 individu," kata Jamartin Sihite, CEO Yayasan BOS, dalam rilisnya, Kamis.

Menurut dia, Yayasan BOS saat ini seperti berpacu dengan waktu, jumlah orangutan di pusat rehabilitasi yang siap untuk dilepas dan akan terus bertambah sepanjang hari.

"Ini mendorong kami secara teratur melaksanakan kegiatan pelepasliaran dengan urgensi meningkatkan untuk mengembalikan mereka ke alam hutan alami, namun di sisi lain kami terus berupaya mencari hutan yang memenuhi syarat bagi orangutan yang menantikan giliran untuk dilepasliarkan," ujarnya.

Dikatakan, pihaknya bekerja keras mencari hutan-hutan bagi orangutan yang telah menyelesaikan proses rehabilitasi dan juga mengampanyekan perlunya upaya penindakan hukum yang lebih tegas terhadap pelanggaran hukum yang merusak lingkungan dan membahayakan masa depan orangutan dan habitatnya.

"Namun kami juga butuh dukungan dari semua pemangku kepentingan untuk merealisasikan ini. Konservasi bukan one man show, tapi kerja sama antara berbagai pihak," tuturnya.


Baca juga: Kebakaran Hutan di Gunung Arjuno kian Meluas


Ke-8 orangutan ini, menurut Jamartin, terdiri atas 3 jantan dan 5 betina. Mereka dibawa dalam dua kali pemberangkatan yaitu pertama pada 30 Juli lalu dan kedua hari ini.

Sementara itu, menurut Adib Gunawan, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, bersama semua pemangku kepentingan, pihaknya terus bekerja keras melestarikan lingkungan.

"Kita kerja sama dengan Yayasan BOS, Balai TNBBBR, dan USAID Lestari pelaku bisnis, dan pemerintah daerah telah berhasil merehabilitasi ratusan orangutan korban deforestasi," katanya.

Pihaknya juga siap membantu semua pemangku kepentingan yang berminat mengembangkan upaya seperti ini lebih jauh demi terlaksananya pelestarian lingkungan alam di Provinsi Kalteng.

Agung Nugroho, Kepala Balai TNBBR Wilayah Kalteng dan Kalbar, menambahkan, langkah penting untuk melestarikan satu spesies adalah memastikan spesies tersebut berada di habitat yang tepat.

"Melepasliarkan atau mengembalikan orangutan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya adalah perwujudan hal tersebut karena taman nasional ini memenuhi semua persyaratan untuk mendukung Metapopulasi orangutan yang lestari," ujar Agung.

Di Balai TNBBBR, pihaknya dan Yayasan BOS bekerja sama melakukan pengamatan dan pengamanan wilayah taman nasional demi keselamatan dan kesejahteraan para orangutan yang telah dilepasliarkan. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Ampelsa

Sebagian Dana Otsus Papua Barat untuk Bantuan Bibit Ayam bagi Warga tidak Mampu

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 13:31 WIB
Pemerintah Provinsi Papua Barat menggunakan sebagian dana otonomi khusus untuk menyiapkan bantuan bibit ayam bagi warga tidak mampu di...
MI/JAMAAH

Lestari Moerdijat Ajak Generasi Milenial Jaga Ketahanan Pangan

👤Jamaah 🕔Senin 15 Agustus 2022, 13:20 WIB
Petani merupakan salah satu bagian dari memajukan bangsa turut serta menjaga ketahanan...
Antara

YouTuber Sanuji Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Cisanggarung

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 13:13 WIB
Tim SAR gabungan berhasil menemukan "youtuber" atas nama Sanuji (37) yang tenggelam di Sungai Cisanggarung, Kabupaten Cirebon,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya