Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Hutan Gunung Arjuno Terbakar

Bagus Suryo
29/7/2019 16:00
Hutan Gunung Arjuno Terbakar
KEBAKARAN HUTAN ARJUNO(MI/Abdus)

KAWASAN hutan Gunung Arjuno meliputi wilayah Kota Batu, Kabupaten Malang dan Pasuruan, Jawa Timur, terbakar. Tim gabungan yang sebelumnya bertugas memadamkan kebakaran hutan di Gunung Panderman, Kota Batu, mulai bergeser untuk memadamkan api di Gunung Arjuno.

Sejauh ini, petugas terus berupaya memadamkan api di gunung setinggi 3.339 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu.

Proses evakuasi pendaki Gunung Arjuno pun masih berlangsung. Sebanyak 78 dari 90 pendaki yang indentitasnya tercatat di Pos Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo sudah turun. Sedangkan 12 pendaki lainnya dalam proses evakuasi. Para pendaki yang berhasil dievakuasi itu berasal dari Malang, Bekasi, Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo, Nganjuk dan Pasuruan.

"Kebakaran hutan di Gunung Panderman sudah clear, sekarang tim geser ke Gunung Arjuno. Ini masih proses evakuasi pendaki," tegas Supervisor Pusat Pengendalian Operasi BPBD Pemerintah Kota Batu Ismu Buana kepada Media Indonesia, Senin (29/7).

Ismu mengungkapkan luas areal hutan Arjuno yang terbakar belum diketahui. Tim gabungan masih berusaha menjangkau lokasi terbakar di sekitar puncak Gunung Arjuno yang pengelolaannya di bawah kewenangan Tahura tersebut.

Baca juga: Aksi Bersih Sampah di Puncak Gunung Arjuno

Adapun tim gabungan yang terlibat pemadaman hutan dari BPBD Kota Batu, Tahura R Soerjo, BPBD Provinsi Jatim, Koramil Batu, Tagana, masyarakat Kecamatan Bumiaji dan relawan.

Kawasan hutan di gunung tertinggi ketiga di Jatim setelah Gunung Semeru dan Gunung Raung itu, terbakar pada Minggu (28/7). Tim pemadam sebanyak 24 orang dibagi dua kelompok, yaitu memadamkan api melewati jalur Pura Giri Arjuno dan tim lainnya melewati jalur Brak Seng.

Menurut informasi dari Tim Jaguar Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sumbergondo, titik api semula di Blok Kebut lalu menjalar ke arah barat.

Sebagian titik api sudah bisa dikondisikan setelah upaya pemadaman secara manual menggunakan gepyok. Namun, sebagian areal yang masih terbakar belum berhasil dipadamkan lantaran terkendala medan yang sulit karena titik api berada di tebing dengan jurang yang dalam. Selain itu, kondisi angin bertiup cukup kencang.

Pemadaman terus diupayakan dengan dukungan logistik dan personel yang mencukupi. Sebanyak 10 orang Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Jatim juga sudah bergabung dengan tim di lapangan sejak Minggu pagi.

Sedangkan logistik masih tersedia makanan siap saji 20 dus, tambahan gizi 20 dus, lauk pauk 20 dus, sarung tangan 300 pasang dan masker 2.000 buah.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya