Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Gempa Bali Ikut Rusak Bangunan hingga ke Jawa Timur

Media Indonesia
17/7/2019 07:50
Gempa Bali Ikut Rusak Bangunan hingga ke Jawa Timur
Wisatawan melintas di dekat reruntuhan tebing akibat gempa bumi di kawasan obyek wisata Pantai Melasti, Badung, Bali.(ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

GEMPA bumi tektonik yang terjadi di Bali, kemarin, mengakibatkan kerusak-an bangunan tidak hanya di Bali, tapi juga di sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Banyuwangi dan Jember.

Data BPBD Jawa Timur mencatat adanya kerusakan atap rumah dan masjid di sejumlah kecamatan di Banyuwangi, yaitu Pesanggaran, Tegaldlimo, Purwoharjo, Gambiran, Srono, Cluring, dan Blimbingsari.

"Seorang warga Kecamatan Srono luka ringan tertimpa reruntuhan dapur," kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Banyuwangi, Eka Muharam, kemarin.

Kepala BPBD Bali, I Made Rentin, mengatakan kerusakan terbanyak berada di wilayah selatan Bali karena paling dekat dengan sumber gempa. Kerusakan terjadi di Gedung SD Negeri 1 Ungasan, Kantor Camat Kuta, Gedung SD Negeri 11 Jimbaran, gapura besar ITDC Nusa Dua, Hotel Mercure Nusa Dua, dan Pura Lokanatha Taman Kota Lumintang Denpasar.

Ada lima korban luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan di SD Negeri 1 Ungasan dan SMP Negeri 5 Mendoyo. "Semua korban luka sudah dievakuasi ke rumah sakit," ujarnya.

Menurut Rentin, sekalipun guncangan gempa cukup keras dan dirasakan di seluruh Bali, operasional Bandara Ngurah Rai ataupun rumah sakit dan berbagai infrastruktur penting lainnya tetap berjalan seperti biasa.

"Kondisi pariwisata Bali juga tetap kondusif, para wisatawan tetap beraktivitas seperti biasa," ungkapnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebut episentrum gempa 5,8 pada skala Richter itu terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, pada kedalaman 104 km. Penyebabnya Ialah aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindar dari ba-ngunan yang rusak.

Meskipun gempa tak berpotensi tsunami, kondisi itu sempat membuat warga yang berada di dalam ruangan berhamburan keluar. Selain itu, menimbulkan trauma ringan bagi warga. (OL/RS/UA/FL/PO/Ind/Dhk/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya