Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN rumah warga di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terdampak berbagai bencana selama periode Januari-Juni tahun ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat secara bertahap menyalurkan berbagai material bangunan untuk perbaikan.
"Hasil pendataan yang kami lakukan, untuk rumah kategori rusak berat ada 12 unit, rusak sedang 16 unit, dan rusak ringan 103 unit. Sedangkan yang terdampak ada 108 unit dan terendam 10 unit," tutur Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Suprayitno, kepada Media Indonesia, Kamis (4/7).
Selama Januari-Juni tahun ini, jumlah bencana di Kabupaten Cianjur masihdidominasi tanah longsor dan pergerakan tanah. Total, bencana yang terjadi sebanyak 58 kali. Rinciannya, pada Januari sebanyak 7 kali, Februari sebanyak 2 kali, Maret sebanyak 9 kali, April sebanyak 7 kali, dan Mei sebanyak 3 kali. Sedangkan pada Juni dilaporkan tak terjadi longsor atau pergerakan tanah.
Bencananya terdiri dari banjir sebanyak 20 banjir, tanah longsor dan pergerakan tanah sebanyak 28 kali, angin puting beliung 7 kali, cuaca ekstrem 1 kali, pohon tumbang 1 kali, dan orang tenggelam 1 kali.
"Jumlah warga yang mengungsi terdata sebanyak 60 kepala keluarga atau 175 jiwa. Sedangkan yang terdampak 113 kepala keluarga atau 383 jiwa," imbuhnya.
Saat ini potensi bencana yang diwaspadai ancaman kekeringan sebagai dampak kemarau. Namun BPBD belum menetapkan status darurat kekeringan dengan alasan masih menunggu penetapan dari Provinsi Jawa Barat.
"Belum ada penetapan status darurat. Kami akan langsung menindaklajuti begitu provinsi menetapkan status kebencanaan," tuturnya.
Ia tak memungkiri di sejumlah daerah sudah mulai terjadi kekeringan. Namun BPBD belum bisa menindaklanjuti sebelum ada laporan resmi tertulis dari pihak desa.
"Kalau tidak ada laporan resmi kami belum bisa menindaklanjutinya. Kekeringan ini menyangkut pasokan air ke lahan pertanian dan konsumsi air bersih. Untuk lahan pertanian, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Kalau krisis air bersih, kami koordinasikan dengan Dinas Rumkim atau dengan PDAM," tegasnya.
baca juga: 285 Anak Imigran di Pekanbaru Dilarang Bersekolah Formal
Sugeng mengaku, BPBD sudah mengumpulkan semua camat menyikapi kondisi kemarau saat ini. Mereka, kata Sugeng, diingatkan segera melaporkan sekecil apapun kondisi di lapangan kaitan potensi kekeringan.
"Yang pasti, BPBD selalu mewaspadai dan siap siaga menindaklanjuti semua potensi kebencanaan," pungkasnya. (OL-3)
Sejumlah lahan pertanian rusak di Pasie Laweh, Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Warga menyeberangi Sungai Jabak menggunakan gondola darurat menuju Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Pasca-kejadian, warga terpantau mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan memperbaiki atap rumah yang masih bisa diselamatkan secara swadaya.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
FENOMENA Generasi Z atau Gen Z lebih memilih menyewa rumah daripada membeli rumah atau properti. Merepons hal itu Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah mengatakan hal serupa terjadi di banyak negara
Selain berdampak pada aspek sosial, sektor perumahan juga dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Temukan panduan lengkap tentang rumah. Mulai dari definisi, fungsi vital, ragam gaya arsitektur, hingga tips cerdas membeli hunian impian Anda di sini.
Temukan panduan lengkap mengenai rumah, mulai dari fungsi, tren desain terkini, hingga tips cerdas membeli hunian impian bagi keluarga Anda di sini.
Penggunaan material yang tepat sejak awal, seperti perpipaan yang tahan lama dan sanitary berkualitas, justru membantu memangkas biaya jangka panjang.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan bahwa kesulitan untuk memiliki rumah menjadi salah satu alasan anak muda di kota takut menikah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved