Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM beberapa hari terakhir, bun upas atau embun beku terjadi di kawasan Candi Dieng di Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng). Embun beku biasa terjadi setiap tahun ketika suhu dingin terjadi di kawasan dengan ketinggian di atas 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Obyek Wisata Dieng, Aryadi
Darwanto mengungkapkan dalam dua hari terakhir yakni pada Jumat-Minggu (21-23/6), bun upas kembali muncul. Lokasinya berada di sekitar kawasan Candi Arjuna.
"Kemunculan embun beku akibat suhu di tanah kurang dari 0 derajat Celcius. Saya mengukur dengan termometer," jelas Aryadi pada Minggu (23/6).
Ia mengatakan bun upas pada Sabtu (22/6) lebih tebal jika dibandingkan pada Minggu. Hanya saja secara umum, bun upas masih tergolong tipis.
"Bagi wisatawan, tentu akan menarik karena ada sisi lain di Dieng. Namun, untuk petani kentang agak khawatir karena dapat berdampak pada tanaman kentang," ujarnya.
Sementara Kepala Desa Dieng Kulon Slamet Budiono mengatakan kalau bun upas masih tergolong tipis, karena baru di sekitar kawasan candi.
"Karena masih tipis dan belum sampai ke tanaman kentang, maka tidak mempengaruhi tanaman kentang. Mudah-mudahan tidak tebal dan meluas, sehingga tanaman kentang masih tetap hidup," katanya.
Embun beku atau frost memang dimungkinkan terjadi karena suhu di bawah titik beku.
baca juga: Kementan Tetap Fokus Swasembada Bawang Putih
"Biasanya suhu permukaan tanah lebih rendah dan bisa di bawah titik beku. Kalau itu terjadi, maka muncullan bun upas atau frost. Umumnya terjadi pada puncak musim kemarau. Kalau sekarang barangkali relatif tipis dan terbatas," kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie.
Karena itulah, ia berharap petani tetap waspada terhadap kemungkinan kemunculan embun beku terutama kalau nanti memasuki puncak kemarau. (OL-3)
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
Fenomena astronomi langka akan menyapa langit Bumi pada akhir Februari 2026 lewat peristiwa yang dikenal sebagai parade enam planet.
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Sayangnya, Gerhana Matahari Cincin sempurna kali ini tidak melewati wilayah Indonesia dan hanya melintasi wilayah terpencil di Antartika.
Geminid dikenal menghasilkan meteor yang bergerak lebih lambat dan terkadang berwarna-warni. Fenomena ini dapat dinikmati dengan baik oleh pengamat di wilayah Asia Tenggara
Fenomena-fenomena ini dapat disaksikan di berbagai belahan dunia, termasuk sebagian wilayah Asia dan Indonesia untuk beberapa peristiwa.
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved