Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
PENGANIAYAAN sipir kepada narapidana (napi) narkoba diduga menjadi pemicu kerusuhan yang disertai pembakaran sekaligus kaburnya sejumlah napi dan tahanan Rutan Kelas 2B Kabupaten Siak, Riau, sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu (11/5).
Berdasarkan informasi, ratusan napi dan tahanan yang mengamuk diduga berhasil menjebol gudang senjata Rutan yang berisikan senapan. Mereka kemudian melakukan perlawanan dari dalam Rutan terhadap polisi dan personel TNI yang telah bersiaga di area luar.
"Banyak bunyi tembakan berulang kali dari dalam. Mobil pemadam kebakaran pun tidak bisa mendekat," kata warga Siak, Yandra.
Menurut Yandra, sebelum api berkobar besar, sejumlah warga sekitar menyaksikan sejumlah orang tanpa alas kaki berlarian panik dari dalam ke berbagai arah luar Rutan. Aparat polisi yang bersiaga di sekitar lokasi tampak berusaha mengejar mereka.
Baca juga: 134 Napi di Pidie Protes, Pemungutan Suara Tertunda 5 Jam
Kejadian kerusuhan dan pembakaran Rutan menjelang waktu sahur itu sontak mengundang perhatian warga sekitar Siak. Warga yang penasaran, berbondong-bondong datang ke lokasi. Namun aparat polisi dan TNI melarang masyarakat mendekat ke bangunan Rutan.
Dari informasi yang berkembang diduga terdapat korban dari pihak kepolisian yang hingga kini masih bertugas di lokasi. Namun sejauh ini belum ada pernyataan resmi terkait korban maupun kejelasan jumlah napi yang berhasil tertangkap kembali.(OL-5)
Imbas dari kaburnya narapidana di Lapas Kelas II A, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melakukan pemeriksaan internal ke Lapas Palangka Raya, Senin (30/6).
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Impas) Agus Andrianto diminta tanggung jawab karena gagal mengelola lembaga pemasyarakatan (lapas).
Nasir tak menafikan bahwa selama ini kerap terjadi praktik kongkalikong antara petugas dan narapidana dalam melonggarkan berbagai aturan di dalam lapas.
INSIDEN kaburnya puluhan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B, Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, diduga akibat overcapacity dan menu makanan tidak layak.
Sebanyak 48 Napi Lapas Kelas 2 B Sorong, Papua Barat Daya (PBD) kabur. Begini kronologinya.
SEBANYAK 10 tahanan Polsek Rumbai, Kota Pekanbaru melarikan diri pada Kamis, (10/8) malam. Warga diimbau waspada dan melaporkan adanya orang mencurigakan.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau sejak 24 hingga 31 Agustus 2025.
Bea Cukai Pekanbaru memberikan fasilitas impor sementara untuk lima helikopter guna mendukung percepatan penanggulangan bencana nasional.
SPPG Kembang akan melakukan evaluasi dan menyampaikan permohonan maaf atas kasus dugaan keracunan makanan MBG
Kapolda menyampaikan bahwa Bank Pohon akan menjadi pusat penyediaan bibit pohon, ruang edukasi publik, serta sumber penghijauan
Kedua tersangka merupakan anggota Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) di kampus UIN Suska Riau.
Peluncuran ini akan dilakukan langsung oleh Gubernur Riau Abdul Wahid sebagai bentuk komitmen penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyukseskan program Presiden Prabowo.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved