134 Napi di Pidie Protes, Pemungutan Suara Tertunda 5 Jam

Penulis: Amiruddin Abdullah Reubee Pada: Rabu, 17 Apr 2019, 19:35 WIB Nusantara
134 Napi di Pidie Protes, Pemungutan Suara Tertunda 5 Jam

MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE
Tidak Terdaftaf Pemilih, Ratusan Napi Di Pidie Protes

SEBANYAK 134 tahanan atau narapidana (napi) penghuni Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B di Sigli, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, protes terhadap penyelenggara Pemilu setempat. 

Pasalnya mereka tidak dapat memilih menggunakan hak pilih pada kali ini (Pemilu 17 April 2019), karena namanya tidak tercatat dalam daftar Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTB).

Informasi diperoleh Media Indonesia, Rabu (17/4), dari 473 jumlah penghuni Rutan kelas II B Sigli, hanya 339 nama mereka yang tertera dalam DPT dan DPTB sebagai pemilih. Sementara 134 lainnya tidak terdaftar.

Itu sebabnya mereka ramai-ramai melakukan protes saat upacara pencoblosan di TPS setempat hendak digelar pada Rabu (17/4) pagi. Proses pemungutan yang seharusnya berlangsung mulai pukul 07.00 WIB terpaksa harus ditunda hingga pukul 12.00 WIB.

"Waktu pencoblosan sempat molor hingga 5 jam," kata seorang penghuni Rutan setempat.

 

Baca juga: Masyarakat Diminta tidak Konvoi Kemenangan

 

Ketua Devisi Teknis Penyeleggara Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie, Fuadi Yusuf, mengatakan, napi yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena nama mereka tidak tecantum dalam DPT dan DPTB.

Jika mereka yang tidak terdaftar tetap diperkenankan memilih, tentu penyeleggara akan melanggar peraturan KPU. Itu sebabnya penyelenggara tidak berani mengambil risiko.

Sesuai catatan Media Indonesia, Sebelumnya hingga H-4 Pemilu, ada 257
penghuni penjara di Kabupaten Pidie tidak terdaftar sebagai pemilih. Mereka tersebar di Rutan kelas II B Sigli, 176 orang, LP Perempuan kelas II Sigli 33 0rang dan Rutan Kota Bakti 48 orang. (A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More