Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) harus menghadapi beragam tantangan. Mulai dari kelelahan hingga tekanan para saksi.
Tugas utama mereka dimulai pada hari pemungutan suara, pada 17 April pukul 07.00 seiring dimulainya waktu pencoblosan. Meskipun, mereka sudah bertugas sebelum kehadiran pemilih untuk mempersiapkan tempat pemungutan suara (TPS) beserta kelengkapannya.
Setelah itu, mereka harus melakukan penghitungan suara. Dan dalam Pemilu 2019, selain DKI Jakarta, KPPS harus menghitung lima lembar surat suara.
Anggota KPPS TPS 07 Desa Mekarmulya, Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, Adi, 55, saat ditemui kepada Media Indonesia, Sabtu (20/4), mengungkapkan untuk penghitungan hasil pemilu saja membutuhkan sekitar 21 jam.
"Lebih dari 24 jam nonsetop kami harus bekerja," kata Adi.
Adi menceritakan kelelahan dan mengantuk merupakan faktor risiko yang mereka hadapi. Bahkan akibat kelelahan, salah satu anggota KPPS harus dilarikan di rumah sakit.
"Karena kelelahan, anggota KPPS Anton harus dilarikan ke rumah sakit. Saat ini masih dalam perawatan," kataya.
Ia mengakui kerja keras KPPS tidak sebanding dengan honor yang harus mereka terima yakni Rp500 ribu ditambah uang makan senilai Rp45 ribu per sekali makan.
"Kami juga turut berduka cita dengan adanya anggota KPPS yang meninggal saat bertugas," kata dia.
Baca juga: Diduga Kelelahan, Dua Ketua KPPS Bogor Meninggal
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang Miftah Farid mengakui tugas KPPS sangatlah berat. Mereka merupakan garda terdepan dalam pemilu. "Mereka bekerja tanpa asuransi," kata Miftah.
Seperti meninggalnya anggota KPPS TPS 04, Desa Cilewo, Yaya Suhaya hanya mendapakan uang santunan yang berasal dari patungan komisioner untum meringankan keluarga. (X-15)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved