Diduga Kelelahan, Dua Ketua KPPS Bogor Meninggal

Penulis: Antara Pada: Sabtu, 20 Apr 2019, 13:15 WIB Nusantara
Diduga Kelelahan, Dua Ketua KPPS Bogor Meninggal

Dok. MI
Ketua KPPS Bogor meninggal dunia

KOMISIONER KPU Kabupaten Bogor Heri Setiawan menyampaikan duka cita dari pihaknya atas meninggalnya dua Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) serta empat orang lainnya yang pingsan akibat kelelahan bertugas.

"Memang banyak petugas yang lalai sama kondisi tubuhnya sendiri. Pungut hitung kan dari pagi sampai malam. Belum lagi penulisan berita acara harus detail dan teliti," kata Heri Setiawan di Cibinong Bogor, Sabtu (20/4).

Selain faktor kelelahan, cuaca yang tidak stabil juga mengganggu kekebalan tubuh para petugas KPPS di Kabupaten Bogor. Sebelumnya, mereka dipastikan sehat oleh KPU.

"Cuaca juga tidak bagus. Mungkin sebelumnya ada KPPS sakit tapi tetap bertugas saat hari H," imbuhnya.

Baca juga: Seorang Ketua KPPS Di Bogor Meninggal Saat Pemungutan Suara

Heri memastikan semua KPPS maupun Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terlebih dahulu diperiksa kesehatannya sebelum dilantik. Menurut dia, banyak petugas yang pingsan dan ada yang meninggal bukan karena riwayat penyakit bawaan.

"Sebelum bimtek kan dicek kesehatannya. Jadi tidak ada penyakit bawaan. Karena kelelahan memang," ujar Heri.

Ia menyebutkan, dua orang yang meninggal dunia ini adalah Ketua KPPS di Desa Pabuaran Bojonggede, Rusdiono, 60, meninggal Kamis (19/4) malam. Satu lagi, yaitu Ketua KPPS di Desa Sukaharja Cijeruk, Jaenal, 56, meninggal dunia Rabu (17/4) petang.

Sementara, empat lainnya yang jatuh sakit hingga tak sadarkan diri, yaitu Ketua KPPS Desa Karyamekar, Ketua KPPS Desa Cariu, Ketua KPPS Cibatok dan Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Megamendung.

"Masih data sementara. Kita terus mendata supaya petugas KPPS yang sakit mendapatkan fasilitas optimal," pungkasnya.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More