Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH kalangan ulama di Kota Medan menegaskan dukungan mereka kepada pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pemilu 2019 mendatang. Penegasan ini mereka sampaikan dalam deklarasi dan doa bersama yang digelar di Hotel Saka, Jalan Gajah Mada, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (13/4) kemarin.
Ustaz Sangkot Saragih dalam deklarasi tersebut mengatakan mendukung pasangan nomor urut 01 tersebut mereka lakukan didasarkan berbagai alasan logis. Salah satunya, yakni karena Jokowi merupakan sosok pemimpin yang memberi teladan bagi masyarakat Indonesia.
Baca juga: NasDem Jateng Kirim 22 Armada Kampanye Meriahkan GBK
"Beliau sudah menunjukkan keberhasilannya mulai dari bagaimana ia sebagai pengusaha hingga meniti karir politik hingga menjadi presiden. Keberhasilan beliau juga dimulai dari keberhasilan membina rumah tangga yang tentu menjadi teladan bagi kita," katanya.
Sangkot mengatakan, keberhasilan Jokowi baik dari diri sebagai pribadi maupun sebagai pemimpin Indonesia diyakini akan semakin membuat Indonesia semakin maju, khususnya bagi umat Islam. Kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah, menurutnya, sangat memudahkan umat dalam menjalankan ibadah.
"Dimasa kepemimpinan Jokowi, ongkos haji menjadi semakin murah. Itu salah satu hal yang sederhana yang menunjukkan kalau kebijakan beliau sangat memberikan kemudahan bagi kita disamping kemudahan-kemudahan lainnya," ujarnya.
Karena itu, ia mengajak agar kalangan ulama di Kota Medan ikut berperan dan bekerja untuk memenangkan Jokowi. Karena ia yakin, Jokowi yang akan memimpin dengan didampingi oleh ulama akan membuat Indonesia menjadi negara yang semakin maju.
"Pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi dan didampingi ulama akan menjadi harapan besar bagi kita dalam menyampaikan dakwah agama kita," ungkapnya.
Deklarasi ini dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat yang juga mantan gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin dan dari unsur pimpinan PDI Perjuangan Sumatera Utara. Syamsul Arifin dalam sambutannya mengajak agar kalangan ulama pendukung Jokowi-Amin tetap mengedepankan kedamaian dalam upaya memenangkan pasangan 01 tersebut.
Baca juga: 12% Pemilih Prabowo Beralih ke Joko Widodo
Selaku bagian dari umat, ia mengaku heran dengan munculnya pihak-pihak yang mengaku ulama namun selalu mencari-cari aib dan kesalahan orang lain.
"Padahal yang saya pelajari, para ustaz selalu mengajarkan apabila ada orang yang mengungkit-ungkit aib orang lain sama dengan memakan bangkai saudara sendiri. Lantas, ulama macam apa itu. Harusnya sebagai ulama kalau ada orang yang punya aib, ya dinasehati dengan lembut," sebutnya. (OL-6)
TOKOH suku Dayak, Panglima Jilah, mempertanyakan nasib pembangunan Dayak Center di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang pernah dijanjikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengomentari uji materi Pasal 169 Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum atau UU Pemilu yang dilayangkan dua advokat.
Penunjukan kerabat dekat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam jajaran manajemen anak perusahaan PT Pertamina (Persero) kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya.
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut keinginan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Undang-Undang lama dinilai tidak lebih dari gimik politik.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menanggapi sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang setuju ingin kembalikan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) versi lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved