Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Presiden nomor 02, Prabowo Subianto, tiba di Lapangan Karebosi Makassar, untuk menggelar kampanye akbar pertamanya.
Dihadapan ribuan massa yang memadati lapangan, Prabowo pun menyampaikan sejumlah gagasannya bila terpilih memimpin Indonesia untuk lima tahun ke depan. Salah satunya adalah selalu berkomitmen membela rakyat kecil, dengan tidak akan mengeluarkan izin impor, kecuali dalam kondisi terpaksa.
"Saya sudah bentuk tim pakar terbaik, dengan otak terbaik Indonesia," seru Prabowo di Makassar, Minggu (24/3).
Baca juga: Alumni SLTA Se-Solo Raya akan Nyatakan Dukungan untuk Jokowi-Amin
Prabowo menambahkan, Indonesia tidak hanya membutuhkan pemimpin dengan pemikiran yang baik tetapi juga harus dengan hati yang bersih.
"Tapi hatinya harus bersih. Percuma orang pintar, tapi tidak membela rakyatnya sendiri," ketus Prabowo, yang disambut teriakan pendukungnya.
Sebelumnya,Prabowo disambut dengan yel-yel dan langsung bersalaman dengan para pendukungnya yang setia menunggu sejak siang hari. Prabowo pun langsung didaulat melakukan orasinya.
"Luar biasa emak-emak. Minta ampun tangan emak-emak, keras sekali. Salaman tidak mau dilepas," pungkasnya.(OL-6)
Presiden Prabowo Subianto undang ulama, pimpinan ormas Islam, dan tokoh pesantren untuk buka puasa bersama di Istana Jakarta, Kamis (5/3).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan laporan kepada Presiden mencakup kondisi pasokan energi hingga harga bahan pokok.
Menlu Sugiono sampaikan belasungkawa resmi Presiden Prabowo atas wafatnya Ali Khamenei kepada Dubes Iran.
MANTAN Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan memperhitungkan posisi Indonesia dalam keanggotaan Board of Peace atau BOP
PRESIDEN Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah tokoh lintas generasi dan pimpinan partai politik di Istana Jakarta, Selasa (3/3).
Menlu periode 2001-2009 Noer Hassan Wirajuda menilai eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memperlihatkan kian rapuhnya tatanan global berbasis aturan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved