Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR 5.000 warga di Kecamatan Pirak Timu dan Kecamatan Paya Bakong sejak dua bulan terakhir krisis air bersih. Pasalnya sekitar 1.000 unit sumur milik mereka terjadi kekeringan.
Namun sebaliknya bila musim hujan tiba, kawasan Pirak Timu sangat rawan dilanda banjir kiriman dari hulu sungai Krue Pirak dan Sungai Krueng Peutoe.
Sedikitnya ada delapan desa sedang dilanda kekeringan akibat kemarau tersebut. Diantaranya adalah Kecamatan Pirak Timu, meliputi Desa ALue Rime, Serdang, Paya Lueng Jalo, Ara Tonton dan Ulee Blang.
Sementara di kawasan Kecamatan Paya Bakong, yaitu meliputi Desa Alue Lhok, Seunebok Aceh dan Desa Buket Pidie.
Tokoh Masyarakat Kecamatan Pirak Timu, Abdullah kepada Media Indonesia, Selasa (5/3) mengatakan kekeringan cukup parak itu karena sejak awal bulan Januari 2019 di kawasan setempat tidak turun hujan.
Cuaca kemarau langsung memicu kekeringan mata air, sehingga sumber air sumur mengering.
"Kalau musim kemarau disini sangat cepat sumber mata air dalam tanah menghilang, sehingga sumur langsung mengering dan krisis air bersih."
Baca juga: Tanggul Jebol, Ratusan Hektare Lahan Sawah Terancam Kekeringan
Dikatakan Abdullah, untuk menutupi kebutuhan air bersih warga harus menggunakan air sungai Krueng Pirak. Untuk mengngkut air sejauh berkisar 1 km (kilometer) hingga 6 km itu warga menggunakan jeriken.
Sebagian warga lainnya harus membeli dari truk pengangkut dan penjual air keliling seharga Rp130.000 hingga Rp 280.000 (tergantung banyaknya air). Truk bak tersbuka tersebut didesain dengan menggunakan plastik pada sekeliling dinding dan bagian lantai supaya tidak bocor.
"Itupun kadang saat kita pesan, empat hari airnya belum dibawa" ujar Abdullah.
Adapun untuk kebutuhan mandi dan cuci warga banyak pergi ke sungai walaupun jarak yang mencapai 6 km dari rumah mereka. Ironisnya tidak sedikit yang menggunakan aliran sungai sebagai tempat buang hajat. Hal itu sangat berbahaya terhadap kesehatan warga.
Warga berharap, pemerintah membangun jaringan air bersih atau fasilitas PDAM di kawansan perkampungan pedalaman Aceh Utara tersebut.
Mereka ingin kondisi krisis air sumur saat musim kemarau dan banjir besar ketika musim hujan yang sudah puluhan tahun silam terjadi, dapat segera berakhir seiring kemajuan zaman dalam mengisi dan menikmati kemerdekaan ini. (OL-3)
Bantuan yang disalurkan tidak hanya menyasar kebutuhan jangka pendek, tetapi juga perbaikan infrastruktur jangka panjang.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar kegiatan Tarhib Ramadan melalui tradisi Meugang bersama masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh pada Senin (16/2).
Harga daging sapi dan kerbau di sejumlah wilayah di Aceh, seperti Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan Aceh Selatan, tembus Rp200 ribu per kilogram.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved