Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memastikan tidak ada persoalan terkait pembiayaan Sunarti, pasien obesitas asal Karawang yang akhirnya tidak bisa terselamatkan.
Klaim untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pun sudah dilaporkan sehingga tidak benar jika penyebabnya karena kehabisan kuota asuransi nasional tersebut.
Menurut salah seorang tim dokter RSHS yang menangani Sunarti, Nucki Nusjamsi, tidak ada kendala biaya terkait pengobatan pasien tersebut. Dia memastikan seluruh pembiayaan sudah dipenuhi oleh RSHS dan BPJS, tanpa ada sedikit pun dari keluarga pasien.
"Yang pasti cost itu jadi tanggungan rumah sakit. Biaya seperti ini biasa," kata Nucki di Bandung, Senin (4/3).
Meski begitu, dia belum mengetahui jumlah pasti biaya pengobatan Sunarti.
"Mengenai berapa biaya jumlah keseluruhan, di data ada. Pasti jauh lebih besar dari yang diklaimkan BPJS," sambungnya.
Baca juga: Pasien Obesitas Meninggal Setelah Dipulangkan Karena BPJS Habis
Namun, lanjut dia, pengobatan pasien seperti ini tidak mutlak dibiayai BPJS. Sebab, obesitas bukan termasuk penyakit yang diklaim sistem asuransi nasional tersebut.
"Kita sangat mengerti, tidak semua penyakit di-cover BPJS. Kalau semua di-cover, bukan jebol lagi, siapa yang bayar? Itu bagian dari sharing rumah sakit," tuturnya.
Nucki pun mencontohkan hal serupa yang pernah ditangani rumah sakit saat operasi bayi kembar.
"Contoh untuk bayi kembar, dulu. Habisnya yang saya ingat Rp400 juta. BPJS hanya cover Rp40 juta, sisanya rumah sakit," tukasnya.
Perlakuan yang sama pun diberikan untuk pengobatan pasien yang tak kunjung sembuh.
"Sekarang ada pasien (sudah) tiga tahun di ICU. Kalau dicabut alatnya akan meninggal. Itu beban rumah sakit, rumah sakit yang membiayai," pungkasnya.(OL-5)
Seorang pria paruh baya mengalami pembesaran perut yang tidak wajar selama bertahun-tahun. Awalnya, ia mengira kondisi tersebut hanyalah akibat kenaikan berat badan atau obesitas biasa
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Studi terbaru mengungkap tingkat obesitas di AS melonjak drastis hingga 70% setelah standar pengukuran baru yang menggabungkan BMI dengan lingkar pinggang diterapkan.
Tingginya angka obesitas menjadi salah satu alasan utama masyarakat menjadikan diet sebagai resolusi tahunan.
Hormon menjadi faktor adanya penumpukan lemak, memang risikonya terjadi pada usia di atas 40, terutama pada perempuan.
Sejumlah jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali karena dapat merusak zat gizi dan bahkan memicu pembentukan senyawa berbahaya bagi kesehatan.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved