Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Desa Adat di Bali akan Dilibatkan Berantas Narkoba

Arnoldus Dhae
21/2/2019 10:15
Desa Adat di Bali akan Dilibatkan Berantas Narkoba
(MI/Ruta Suryana)

GUBERNUR Bali I Wayan Koster, saat ini, sedang mengkaji keterlibatan desa adat dalam pemberantasan narkoba. Keterlibatan desa adat sangat penting karena desa adat memiliki kewenangan dan otoritas di wilayah mereka. Keterlibatan desa adat itu bukan dalam urusan penindakan tetapi lebih pada pencegahan.

"Penindakan itu urusan penegakan hukum sementara pencegahan menjadi tanggung jawab bersama. Dan dalam wilayah yang paling kecil, desa adat paling berperan dalam pencegahan peredaran narkoba di Bali," ujarnya di Denpasar, Kamis (21/2).

Koster mengaku sudah membicarakan dan mendiskusikan hal ini dengan beberapa pihak terkait baik dengan desa adat dan sebagainya. Paling terakhir adalah dengan Badan Kerja Sama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (BERSAMA) di Kantor Gubernur Bali beberapa waktu lalu.

Sebagai daerah pariwisata, Bali memang rentan dengan keberadaan narkoba. Namun, Gubernur Koster mengatakan sudah memiliki program pemberatasan narkoba yang melibatkan kepolisian, BNN, dan masyarakat.

Baca juga: Kualitas Pariwisata Bali Turun

"Kami sudah menyiapkan sistem dan regulasi, termasuk melibatkan desa adat sebagai pilar pembangunan Bali," ujarnya.

Menurut Gubernur, desa adat memiliki peran sebagai instrumen untuk membantu menghambat narkoba masuk ke desa. Gubernur Koster memberi apresiasi langkah bersama membentuk agen di masyarakat yang mencegah peredaran narkoba.

Ketua Umum BERSAMA Mayjen Purn IG Putera Astaman mengatakan organisasi BERSAMA yang didirikan sejak 41 tahun yang lalu memang sudah berkomitmen dan bermitra dengan pemerintah dalam mencegah dan memberantas peredaran narkoba.

Putera Astaman yang menjabat kembali sebagai ketua umum setelah 20 tahun yang lalu mengaku situasi saat ini lebih berat ketimbang dulu.

"Situasi beda dengan 20 tahun yang lalu. Sekarang benar-benar perang," kata Putera Astaman.

Oleh karena itu, saat ini, BERSAMA sudah membentuk organisasi di tingkat daerah termasuk di Bali. Program utama BERSAMA adalah membentuk laskar pencegah narkoba.

"Kita perlu benteng. Laskar ini adalah orang orang yang sudah dilatih, berkomitmen dan tersebar di desa sekolah dan kampus," ujarnya.

Untuk melaksanakan program tersebut, BERSAMA juga bekerja sama dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga serta Badan Kesbangpol. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya