Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pertamina Akui Suplai BBM Ke Pangkalbalam Terganggu

Rendy Ferdiansyah
07/2/2019 11:40
Pertamina Akui Suplai BBM Ke Pangkalbalam Terganggu
(MI/ROMMY PUJIANTO)

REGION Manager Communication & CSR Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf, mengakui suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Pangkalbalam Pangkalpinang terganggu. Namun Pihak Pertamina mengaku akan tetap menjaga stok BBM di daerah tersebut supaya kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan Kantor Kesahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Dinas Perhubungan, dan Sekretariat Daerah diperkirakan perbaikan jembatan selesai pada hari ini, Rabu (6/2). Jika perbaikan tidak sesuai target kami juga sudah menyiapkan rencana alternatif agar distribusi ke TBBM tetap bisa dilakukan," kata Rifki, Kamis (7/2).

Ia menyebutkan. alternatif yang disiapkan piaknya adalah mekanisme Ship-to-Ship (STS) dari Kapal Tanker Pertamina ke Oil Barge. Pemilihan mekanisme ini karena tinggi maksimal dari permukaan air dan bagian bawah jembatan sekitar 13 meter (m). Hal itu membuat Kapal Tanker tidak bisa melewatinya, hanya kapal tongkang saja yang bisa lewat.

"Jadi hingga kondisi jembatan normal, kami akan lakukan distribusi dengan kapal tongkang secara bertahap. Hari ini manajemen kami juga melakukan cek lapangan untuk memantau distribusi dan keamanan stok di Pangkal Balam," ujarnya.

 

Baca juga: Pertamina Diminta Ubah Sistem Distribusi Elpiji 3kg

 

Rifky memastikan, meskipun suplai terganggu, keamanan stok di Pangkal Balam akan dijaga supaya kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Untuk diketahui, gangguan mekanis Jembatan Emas sudah terjadi tanggal 4  Februari lalu. Hal itu menyebabkan terganggunya arus lalulintas kapal-kapal besar keluar dan masuk pelabuhan pangkalbalam.

"Kita akan berusaha agar kerusakan jembatan ini dapat segera terselesaikan, sehingga dapat memperlancar arus kapal ke pelabuhan pangkalbalam," kata Kepala PUPR Babel Noviar Ishak. (OL-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya