Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
ANJING pelacak (K9) milik Direktorat Sabhara Polda Sulawesi Selatan yang dikerahkan untuk membantu proses pencarian korban tertimbun longsoran di Desa Pallantikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, berhasil mengendus bau jasad korban.
"Anjing pelacak Direktorat Sabhara langsung diterjunkan hari kedua pascamusibah banjir bandang dan longsor itu, hasilnya sangat membantu," ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, di Makassar, Kamis (24/1).
Ia mengatakan, kehadiran anjing pelacak di daerah musibah longsoran banyak membantu tim sukarelawan karena indera penciuman dari anjing pelacak jauh lebih hebat dari manusia.
Dicky menyatakan untuk jenazah yang tertimbun langsung dilakukan evakuasi, sedangkan jenazah yang membutuhkan penanganan peralatan tambahan hanya diberikan tanda.
Baca juga: Angin Kencang Terjang Jember, Sejumlah Pohon Tumbang
"Ada beberapa jenazah yang dilacak itu bisa langsung di evakuasi dan dimasukkan dalam kantong jenazah. Sedangkan yang tertimbun, diberi tanda saja dulu sama anggota untuk kemudian dilakukan penggalian atau menggunakan alat tambahan," katanya.
Dia mengatakan pencarian korban langsung dipimpin oleh Direktur Sabhara Polda Sulsel, Kombes Pol Jhony Triharto, serta para pawang dari anjing pelacak tersebut.
Mantan Direktur Sabhara Polda Kepulauan Riau (Kepri) itu menyatakan anjing pelacak milik Polda Sulsel ini berhasil mengendus empat titik sumber bau dan satu titik telah dilakukan evakuasi terhadap tiga orang korban tertimbun tanah longsor.
"Hasilnya efektif dan anjing K9 ini berhasil menemukan jasad korban dengan mencium baunya langsung. Satu titik itu menemukan tiga jasad. Selanjutnya jasad ini dibawa ke Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel untuk dilakukan proses identifikasi," terangnya.
Pada musibah banjir bandang dan longsor itu, tim gabungan evakuasi telah menemukan 29 korban meninggal dunia baik tertimbun longsoran
maupun tersengat arus listrik serta terseret arus air saat banjir. (OL-1)
Pada 1 hingga 25 Januari 2026 telah terjadi sebanyak 58 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka dengan 2.253 warga dan 716 rumah yang terdampak.
Total nilai bantuan sebesar Rp295.499.850 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pada hari ketiga, petugas kembali menemukan sembilan body pack yang diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah Bandung Barat selama dua hari berturut-turut memicu pergeseran tanah skala besar.
Dalam peristiwa ini, terdapat dua orang tertimpa pohon tumbang saat melintas menggunakan sepeda motor. Korban mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
WAKIL Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyatakan lokasi longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, merupakan lahan milik Perhutani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved