Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMKAB Sukabumi, Jawa Barat, mendapat bantuan alat pendeteksi dini (early warning system/EWS) longsor dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Alat tersebut langsung dipasang di puncak kawasan perbukitan Surandil di Kampung Garehong, Dusun Cimapag RT 05/04, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok.
"Kami sudah memasang EWS yang dipasang di puncak bukit (mahkota) awal terjadi longsor. Alat ini dibawa dari rekan-rekan BPBD Kabupaten Banjarnegara. Mulai ini dipasang," kata Danrem 061 Suryakencana Kolonel Muhammad Hasan, Jumat (4/1).
EWS berfungsi untuk mendeteksi pergerakan tanah hingga mencapai 10 centimeter ke atas. Alarm dan sinyal akan berbunyi ketika terjadi gerakan tanah.
"(Alat) itu sangat berguna bagi kita untuk memgantisipasi jika terjadi longsor susulan," katanya.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banjarnegara, Andri Sulistyo, mengatakan alat deteksi dini longsor itu merupakan karya staf BPBD Kabupaten Banjarnegara. Alat dibuat didasari pertimbangan Kabupaten Banjarnegara terbilang daerah rawan bencana alam.
"Ada 1 unit alat EWS yang kami pasang. Ini kami berikan kepada Pemkab Sukabumi," kata Andri, Jumat (4/1).
Baca juga: Longsor Susulan Terjadi di Sukabumi
EWS tersebut diberi nama Elwasi atau sinonim dari Eling, Waspodo, lan Siaga. Bentuk EWS bikinan staf BPBD Kabupaten Banjarnegara itu cukup sederhana.
"Bentuknya kotak biasa. Ada tiang pancangnya dengan tali ke bawah kemudian samping kiribdan kanan 3 titik. Panjang tiang pancangnya sekitar 90 centimeter," kata dia.
Sistem kerjanya alarm dan lampu akan menyala ketika terjadi pergerakan tanah membuka sekitar 5 centimeter. Suara bunyi akan semakin kencang saat rekahan pergerakan tanah mencapai 10 centimeter.
"Biasanya ketika rekahan pergerakan tanah sudah mencapai 20 centimeter tandanya masa air sudah masuk ke dalam. Jumlah air bisa mengakibatkan longsor," sebut dia.
Andri menuturkan, saat akan terjadi longsor diawali dengan tanda-tanda pohon miring, mata air keluar, dan rekahan tanda membentuk tapal kuda.
"Ini pengalaman kami. Sangat berharga sekali, sehingga kami paham sekali," tuturnya.
Di Kabupaten Banjarnegara, kata Andri, BPBD setempat sudah memasang dua unit EWS Elwasi. Dengan yang dipasang di lokasi longsor kawasan perbuktian Surandil di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, berarti sudah ada tiga EWS yang terpasang.
"Biaya produksinya hanya Rp5 juta. Tapi tergantung panjang spanner-nya," sebut dia.
Alat EWS Elwasi buatan staf BPBD Kabupaten Banjarnegara itu sudah sering dipamerkan di pameran-pameran. Bahkan sudah banyak permintaan dari sejumlah daerah di Indonesia.
"Saat ini kami sedang mengejar hak paten dulu supaya bisa diproduksi massal," tandasnya. (OL-3)
“Pemilihan lokasi pemasangan EWS didasarkan pada kejadian banjir susulan akhir tahun 2025 di Desa Lampahan Timur,”
Sebanyak 62 jadwal perjalanan kereta cepat Whoosh kembali normal usai gempa bermagnitudo 4,9 di Kabupaten Bekasi.
Sistem peringatan dini gempa bumi memanfaatkan jaringan sensor seismik untuk mendeteksi gelombang primer (P)—gelombang cepat yang muncul pertama kali saat gempa terjadi.
BMKG membuat sistem peringatan dini tsunami Indonesia (InaTEWS) yang resmi beroperasi sejak 11 November 2008.
Potasium bisa dijadikan indikator baru dalam pemantauan aktivitas vulkanik, terutama untuk menilai potensi terjadinya letusan besar yang memicu pembentukan kaldera.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyebaran informasi kebencanaan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk operator seluler dan televisi.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
DALAM empat hari puluhan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved