Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) RI siap membantu pembangunan kembali rumah warga yang terdampak tanah longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag RT 05/04, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hanya saja untuk pemilihan lahan relokasi diserahkan ke pemkab setempat.
"Insya Allah kami akan laksanakan dan jalankan sebaik-baiknya. Pembangunan rumah warga yang terdampak longsor akan kami bantu biayanya dari pemerintah pusat," kata Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita, usai meninjau lokasi sekaligus memberikan santunan kepada 13 ahli waris korban meninggal dunia, Kamis (3/1).
Agus mengaku akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang juga berencana akan membantu biaya pembangunan rumah warga terdampak bencana. Bantuan biaya pembangunan tak hanya untuk korban bencana di Kabupaten Sukabumi saja tapi juga di beberapa daerah lainnya yang dalam waktu berdekatan diterjang bencana.
"Saya nanti akan berkoordinasi dengan pak gubernur. Bantuan ini bukan hanya untuk bencana di Cisolok saja, tapi juga bagi daerah-daerah lain yang baru-baru ini terdampak bencana. Seperti bencana tsunami di Selat Sunda yang menerjang sejumlah wilayah di Banten dan Lampung Selatan. Rumah yang rusak biasanya berdiri di daerah-daerah yang relatif tidak aman," beber Agus.
Baca juga: 4 Anjing Pelacak Bantu Pencarian Korban Tertimbun Longsor di Sukabumi
Relokasi merupakan solusi agar warga tidak kembali menempati lokasi yang rawan bencana. Sebab, warga nantinya akan menempati permukiman yang aman dari berbagai potensi kebencanaan.
"Kita tidak berharap ada bencana. Tapi kalau ada bencana di kemudian hari, maka rumah-rumah warga yang sudah direlokasi akan lebih aman," ucapnya.
Agus menyerahkan sepenuhnya bentuk rumah yang nanti akan dibangun ke pemerintah daerah serta aparatur desa setempat. Tapi tentunya akan disesuaikan dengan karakteristik masyarakat setempat.
"Untuk bentuknya, itu kearifan lokal. Intinya kami mendorong agar segera dilakukan relokasi agar warga benar-benar aman," tegasnya.
Agus mengatakan santunan kepada ahli waris korban bencana longsor merupakan bentuk kepedulian negara untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Kedatangannya ke lokasi, lanjut Agus, untuk melihat sejauh mana penanganan yang dilakukan pascabencana.
"Saat ini fokusnya pada evakuasi. Di wilayah manapun yang terkena bencana, tak hanya di Sukabumi saja, hari pertama, hari kedua, memang merupakan hari-hari yang sulit untuk melakukan penanganan-penanganan di lapangan karena kondisi masih berat," jelasnya.
Agus mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam proses penanganan pascabencana. Dengan demikian, proses evakuasi korban bisa berjalan lebih efektif.
"Utamanya dalam mobilisasi berbagai peralatan untuk membantu proses evakuasi. Saya dengar BNPB juga akan mengirimkan bantuan peralatan," pungkasnya.
Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono, mengaku bakal segera menggelar rapat lintas sektoral untuk merumuskan rencana relokasi. Utamanya menyangkut lahan yang akan digunakan bagi pembangunan rumah warga.
"Besok atau lusa kami akan rapat bersama jajaran pemda, BPBD kabupaten, BPBD provinsi, dan semua elemen yang terlibat. Rapat untuk merumuskan upaya relokasi bagi warga di lahan yang aman. Kami upayakan mengadakan lahannya. Sementara untuk pembangunan rumah akan dibantu dari Kementerian Sosial," tuturnya.
Untuk pengadaan lahannya, Adjo menyarankan agar pihak desa segera mengusulkan. Nanti akan dikaji dan diteliti menyangkut keamanan lahan tersebut.
"Usulkan saja dari pihak desa. Nanti kita kaji dan teliti apakah aman untuk ditempati atau tidak. Intinya, dari rapat bersama nanti kita bahas semua hal karena tidak bisa memutuskan sepihak, harus bersama-sama. Termasuk jaminan hidup. Sekarang masih sebatas pemberian santunan, termasuk bagi tiga korban terluka yang dirawat di rumah sakit. Kita biayai perawatan dan pengobatannya," pungkasnya. (OL-3)
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
DALAM empat hari puluhan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
BNPB mengatakan bahwa jumlah rumah rusak tercatat ratusan unit dengan skala kerusakan sedang hingga berat.
Dana tunggu hunian akan diberikan kepada warga terdampak bencana selama tiga bulan ke depan
Upaya penanganan pascabencana harus dilakukan secara kolaboratif. Terutama harus melibatkan berbagai perangkat daerah teknis.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mewaspadai bencana rawan titik longsor yang terjadi di setiap kecamatan.
Bangunan tembok penahan tebing (TPT) SDN Genteng di Kelurahan/Kecamatan Baros Kota Sukabumi, Jawa Barat, ambruk tergerus akibat tanah longsor, Jumat (16/6).
Nilai kerugian bencana selama Mei di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencapai sebesar Rp748 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved