Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang terjadi diberbagai daerah di Jawa Barat berisiko menyebabkan bencana alam seperti banjir, longsor dan puting beliung. Kejadian tersebut tentunya harus tetap diwaspadai bersama semua masyarakat untuk saling menjaga.
Pasalnya, selama kejadian itu terjadi bukan hanya dilakukan oleh search and rescue (SAR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polri dan TNI.
"Kami telah melakukan pelatihan terutama bagi pelajar Sekolah Gunung untuk antisipasi berbagai bencana seperti longsor dan banjir yang tentunya banyak menjadi lokasi tempat tinggal bagi masyarakat berada di Kabupaten Tasikmalaya. Karena, selama ini mereka telah hidup di kawasanperbukitan dan pegunungan yang mana bencana alam tersebut sering kali terjadi," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Anang Luqman, Kamis (3/1).
Anang mengatakan pelatihan tanggap darurat bencana bagi Sekolah Gunung dilakukannya di kawasan Karaha Bodas, Kecamatan Kadipaten dan Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega.
Tujuannya agar mereka bisa melakukan kewajibannya untuk pengurangan risiko bencana. Selain itu pelatihan ini diharapkan membuat masyarakat mampu menjaga alam dan peka terhadap potensi kebencanan.
"Sekarang ini kita merasakan krisis kepedulian masyarakat terhadap lingkungan alam sudah semakin menurun. Salah satu contoh kecilnya, kurang peduli terhadap lingkungan terutama dengan cara membuang sampah ke saluran aliran sungai. Hingga membiarkannya lereng pegunungan dan bukit mengalami gundul padahal lokasi tersebut sangat rawan longsor," ujarnya.
Baca juga: Titik Utama Longsor di Sukabumi Sempat Kembali Longsor
Menurutnya, data BNBP secara nasional Kabupaten Tasikmalaya menempati rengking ke dua wilayah yang memiliki indek kerawanan bencana. Tasikmalaya memiliki luas wilayah terdiri dari 39 kecamatan 351 desa dengan topografi memiliki dataran tinggi, pegunungan, aliran sungai hingga kawasan pantai yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia memiliki terjadinya rawan bencana alam.
"Kami meminta supaya masyarakat mencintai lingkungan sebagai penguatan pengetahuan dan informasi, artinya mereka harus memiliki rasa kesadaran terutama menjaga alam agar bencana tersebut tidak menyebabkan longsor dan banjir. Karena intensitas hujan akan terus terjadi hingga bulan Mei 2019 dan masyarakat juga harus memperbanyak tanam pohon," katanya.
Sementara itu, Kepala BPBD Tasikmalaya, Ivan Dicksan, mengatakan kesiapsiagaan di tahun 2019 tentunya harus tetap dilakukan supaya berbagai kejadian yang telah terjadi selama ini bisa ditanggulangi bersama. Karena, puncak turun hujan masih akan terus terjadi dan bisa menyebabkan berbagai bencana akan muncul antara lain, longsor, banjir dan pergerakan tanah.
"Kami meminta agar petugas BPBD, relawan, Pramuka, TNI, Polri, Karang Taruna harus tetap siap menghadapi ancaman terutama kejadian yang bisa berdampak pada longsor, banjir dan pergerakan tanah meskipun intensitas curah hujan puncaknya akan terjadi di bulan Januari dan Februari," paparnya.
Menurut Ivan, anggaran tanggap darurat yang disiapkan pemerintah daerah ada penambahan sebesar Rp4,8 miliar meskipun di tahun 2018 lalu hanya senilai Rp2 miliar. (OL-3)
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meninjau dan mengevaluasi penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
Ia mengatakan dua korban diduga tertimbun longsor saat bekerja di area pertanian/perkebunan dan jauh dari pemukiman penduduk.
BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak longsor Bandung Barat.
Peristiwa longsor Bandung Barat tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata di sekitar lokasi longsor Bandung Barat, kejadian itu diawali suara gemuruh keras.
HINGGA Sabtu, (24/1) siang, sebanyak 82 orang masih dinyatakan hilang dalam peristiwa longsor di Kampung Pasir Kuning, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Pada 1 hingga 25 Januari 2026 telah terjadi sebanyak 58 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka dengan 2.253 warga dan 716 rumah yang terdampak.
Total nilai bantuan sebesar Rp295.499.850 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pada hari ketiga, petugas kembali menemukan sembilan body pack yang diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah Bandung Barat selama dua hari berturut-turut memicu pergeseran tanah skala besar.
Dalam peristiwa ini, terdapat dua orang tertimpa pohon tumbang saat melintas menggunakan sepeda motor. Korban mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
WAKIL Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyatakan lokasi longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, merupakan lahan milik Perhutani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved