Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Riau nomor urut 1, Syamsuar-Edy Natar Nasution menyatakan kemenangan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Riau berdasarkan hasil hitung cepat atau Quickcount lembaga survei PolMark.
Selain itu, Syamsuar yang dudukung koalisi tiga partai politik yakni PAN, NasDem, dan PKS juga unggul sebesar 39,80% pada hitung cepat resmi KPU seperti yang dilansir pada situs resmi infopemilu.kpu.go.id dengan jumlah 55% TPS yang telah dihitung dari total 12.048 TPS di seluruh Riau.
Adapun dari hasil hitung cepat PolMark itu, Syamsuar yang masih menjabat sebagai Bupati Siak dua periode meraih total suara sebanyak 23.321 suara sah atau sebesar 38,17%. Disusul paslon nomor urut 4 yang merupakan Gubernur Riau petahana dengan raihan suara total sebanyak 14.882 suara sah atau sebesar 24,35%.
Kemudian paslon nomor urut 3 yang juga Wali Kota Pekanbaru dua periode Firdaus-Rusli Effendi dengan total raihan suara sebanyak 12.359 suara sah atau sebesar 20,23%, dan terakhir paslon nomor urut 2, Lukman Edy-Hardianto meraih sebanyak 10.543 suara sah atau sebanyak 17,25%.
"Kemenangan ini adalah kemenangan rakyat Riau," tegas Syamsuar dengan sukacita yang didampingi sejumlah petinggi tiga partai koalisi pendukungnya yaitu Nasdem, PAN, dan PKS di Kantor Koalisi Riau Bersatu (Karib) Jalan Arifin Achmad Pekanbaru, Kamis (28/6).
Menurut Syamsuar, dari hasil penghitungan hasil Quickcount diketahui jumlah suara sah yang diambil adalah sebanyak 61.105 suara dari data 349 TPS (99,7%) dan dilakukan secara random. Syamsuar meminta pendukungnya tidak terlalu larut dalam sukacita dan kegembiraan hingga menunggu keputusan resmi penghitungan realcount suara sah dari KPU Riau.
"Saya minta rakyat Riau untuk menjaga kondusifitas daerah ini. Janganlah terlalu bersukacita. Kita nantikan bersama hitungan resmi dari KPU," paparnya.
Dalam kesempatan itu, Syamsuar yang mengenakan kemeja putih kotak mengatakan pihaknya berjanji akan menunaikan segala janji kampanye yang telah disampaikan selama 4 bulan terakhir di 310 titik lokasi kampanye yang didatanginya.
"Sesuai dengan misi saya, kita akan wujudkan Riau bermarwah, bermatabat, berdayasaing, dan unggul. Ini misi saya yang akan saya jalankan di Riau," ucapnya.
Usai menyatakan kemenangannya, Syamsuar menyempatkan diri menyalami dan berfoto bersama dengan para penduduk yang memadati Kantor Karib tersebut.
Hal serupa juga dilakukan Edy Natar Nasution mantan Danrem 031/Wirabima yang menjadi pasangan Syamsuar. Sejumlah tokoh masyarakat termasuk mantan Bupati Siak Arwis AS, dan Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jafaar yang pernah dihukum penjara dalam kasus korupsi kehutanan yang ditangani KPK merupakan bagian dari barisan pendukung Syamsuar. (OL-3)
Direktur IPR, Iwan Setiawan, menyebutkan alokasi anggaran umum untuk Pilkada langsung tahun 2024 saja mencapai Rp38,2 triliun.
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsungĀ bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved