Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI kemenangan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum masih sebatas versi hitung cepat, karangan bunga ucapan selamat sudah banyak terlihat di posko pemenangan mereka.
Sejumlah karangan bunga itu terlihat di Jalan Cipaganti, Bandung. Salah satu karangan bunga itu berasal dari Pantura Fans Club. Menurut salah seorang relawan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, Rendra Wibawa, karangan bunga tersebut diterima dirinya dari sejumlah orang yang mengaku dari Pantura Fans Club sekitar pukul 16.00. Mereka hanya menitipkan karangan bunga sambil menyampaikan salam kepada Ridwan Kamil.
"Saya juga kaget tiba-tiba datang banyak orang yang mengaku dari Pantura. Tentu kami terima secara baik. Memang perhitungan suara belum
selesai, tetapi sejumlah quick qount telah memenangkan pasangan RINDU," tuturnya.
Dia menyatakan, pasangan RINDU masih menunggu penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat. Namun, seluruh elemen sangat yakin pasangan RIdwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum akan menjadi pemimpin Jawa Barat selanjutnya. "Kemenangan ini untuk rakyat Jawa Barat. Mari bersatu membangun Jabar," katanya.
Berdasarkan hitung cepat yang dilakukan SMRC dengan data masuk 95,75%, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum memimpin perolehan suara yakni 32,21%. Sedangkan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan 12,81%. Sudrajat-Ahmad Syaikhu di posisi kedua mencapatkan 29,53%, dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 25,45%.
Begitu pula versi Populi Center dengan data masuk 75%, RK-Uu unggul dengan 32,97%, TB Hasanuddin-Anton 12,34, Sudrajat-Syaikhu 28,57%, dan Deddy-Dedi 26,12%. (OL-5)
Direktur IPR, Iwan Setiawan, menyebutkan alokasi anggaran umum untuk Pilkada langsung tahun 2024 saja mencapai Rp38,2 triliun.
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsungĀ bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved