Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Tiga Pekan Terendam, Warga Tambun Sungai Angke Mulai Diserang Penyakit

Anton Kustedja
30/1/2026 15:35
Tiga Pekan Terendam, Warga Tambun Sungai Angke Mulai Diserang Penyakit
Kondisi banjir di Kampung Tambun Sungai Angke, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jumat (30/1) .(Antara)

GENANGAN air yang tak kunjung surut di Kampung Tambun Sungai Angke, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kini memasuki babak krusial. Sudah tiga pekan warga hidup di tengah kepungan banjir dengan ketinggian mencapai 150 sentimeter (cm), namun tanda-tanda air bakal surut belum juga terlihat.

Hingga Jumat (30/1), ratusan rumah masih terendam. Luapan kali irigasi yang tak lagi mampu menampung debit air, diperparah oleh intensitas hujan yang tinggi sejak awal tahun, menjadi pemicu utama penderitaan warga.

Bagi warga setempat, banjir ini bukan sekadar urusan air masuk ke dalam rumah, melainkan lumpuhnya urat nadi kehidupan. Syaifulloh HR, salah seorang warga terdampak, mengungkapkan bahwa banjir telah mengisolasi aktivitas ekonomi mereka sejak 9 Januari 2026.

"Banjir melanda Tambun Sungai Angke sudah berlangsung kurang lebih 21 hari atau tiga minggu, dari sekitar 9 Januari sampai 30 Januari. Ketinggian air berkisar antara 80 cm sampai 150 cm atau 1,5 m. Sejak Jumat dini hari sampai pagi hujan lebat juga melanda wilayah ini," ujar Syaifulloh HR, Jumat (30/1).

Syaifulloh yang juga menjabat Ketua MUI Desa Pahlawan Setia menjelaskan, titik terparah berada di RW 06 Dusun 3. Dampaknya sangat dirasakan oleh para petani dan pedagang kecil yang kini kehilangan mata pencaharian.

"Sebagian besar mata pencaharian warga adalah pedagang dan petani. Karena banjir sudah lama, warga sulit berusaha dan berdagang. Sawah juga kebanjiran dan berdampak besar kepada petani,” lanjutnya.

Dunia pendidikan pun turut terdampak. Beberapa sekolah seperti MI Attaqwa 41, SMP Attaqwa 13, dan SDIT Samba Taruma terpaksa mengalihkan kegiatan belajar mengajar secara daring demi keselamatan siswa.

Ancaman Kesehatan
Selain logistik berupa sembako, warga kini mulai mengeluhkan kondisi kesehatan yang menurun. Genangan air yang stagnan selama 21 hari menjadi sarang penyakit.

"Pengobatan itu penting karena banjirnya sudah lama. Banyak warga mengalami masalah kesehatan, seperti demam dan penyakit kulit," ungkap Syaifulloh.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk segera melakukan normalisasi saluran air menuju Segara Jaya. Pendangkalan gorong-gorong dan saluran air yang lama tidak dikeruk dituding sebagai penyebab utama tersumbatnya aliran air.

Daftar Wilayah Terdampak di Tarumajaya:

  •     Perumahan Griya Rahmani
  •     Perumahan Leticia Mansion
  •     Bumi Sakinah 2
  •     Villa Mutiara Mas 1 dan 2

Duka di Tambun Selatan
Kondisi cuaca ekstrem di Kabupaten Bekasi juga memakan korban jiwa. Di lokasi berbeda, tepatnya di Danau Griya Asri 2, Tambun Selatan, seorang ibu rumah tangga berinisial SN, 44, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam pada Kamis (29/1).

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyebutkan jasad korban ditemukan di kedalaman 2 meter setelah operasi pencarian oleh tim SAR gabungan. Kini, jenazah telah diserahkan ke pihak keluarga, sementara ribuan warga lainnya di Bekasi masih terus berharap pada langkah konkret pemerintah agar bencana ini segera berakhir. (AK/Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya