Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Jalan Pintas Tangani Banjir Jakarta dengan OMC, Pramono: Modifikasi Cuaca Pakai Bahan Aman

Mohamad Farhan Zhuhri
29/1/2026 16:41
Jalan Pintas Tangani Banjir Jakarta dengan OMC, Pramono: Modifikasi Cuaca Pakai Bahan Aman
Grafis OMC.(MI)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan operasi modifikasi cuaca (OMC) dilakukan menggunakan bahan yang tidak berbahaya. Hal itu juga dilakukan secara ilmiah, sehingga tidak akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.

"Enggak, itu sudah ilmiah lah, dan OMC ini kan sudah ilmiah dan yang dipilih juga material yang tidak berbahaya," kata dia di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Kamis (29/1).

Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai bahwa OMC yang dilakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains. Langkah itu diambil sebagai respons paralel terhadap penurunan daya dukung lingkungan dan meningkatnya ancaman perubahan iklim.

BMKG juga menyoroti informasi yang beredar di media sosial soal OMC memiliki risiko dan seperti bom waktu. Dalam narasi yang beredar, OMC memiliki risiko bencana lain seperti membuat kondisi cuaca tidak stabil serta membentuk cold pool (kolam dingin), memindahkan atau menumpuk air di wilayah tertentu sehingga membuat banjir besar, dan memberikan rasa aman yang palsu.

BMKG menyatakan, setiap kali terjadi hujan secara alami tanpa campur tangan manusia, cold pool pasti terbentuk secara alami. Alhasil, mengaitkan fenomena itu sebagai efek samping yang berbahaya dari OMC adalah kekeliruan sains.

"Musababnya, OMC dengan teknik penyemaian awan (cold seeding) tidak menumbuhkan awan baru dan hanya bekerja pada awan yang sudah ada di alam," kata BMKG.

BMKG menegaskan, implementasi OMC bertujuan murni untuk mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat dengan menambah atau mengurangi curah hujan. OMC dinilai bukan pemicu cuaca tidak stabil.

Menurut BMKG, OMC berhasil mempercepat turunnya hujan secara logis akan membentuk cold pool yang identik secara fisik maupun kimiawi dengan cold pool dari hujan alami. Dari skala energi pun, tidak bisa dibenarkan. Ditinjau dari skala energi, teknologi manusia saat ini belum mampu menciptakan massa udara dingin dalam skala besar. (Far/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya