Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi D DPRD DKI Jakarta Bun Joi Phiau menegaskan, keberadaan jalan berlubang di Jakarta tidak semata merusak estetika kota, tetapi sudah menyangkut langsung keselamatan warga.
Persoalan jalan berlubang, terutama pascahujan atau banjir, menurut dia, selalu menjadi sorotan tajam karena kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
“Secepat mungkin perbaikannya,” ujar Bun Joi melalui keterangannya, Selasa (27/1).
Bun menilai, perbaikan jalan berlubang tidak seharusnya menunggu laporan dari masyarakat. Ia meminta Dinas Bina Marga bersikap lebih proaktif dengan melakukan patroli rutin untuk memetakan titik-titik kerusakan baru setelah hujan deras.
“Harus ada patroli rutin untuk memetakan titik-titik lubang baru setelah hujan,” tandasnya.
Menurut Bun, kelompok yang paling rentan terdampak kondisi tersebut adalah pengendara sepeda motor. Banyak lubang jalan yang tidak terlihat karena tertutup genangan air, sehingga sering kali baru disadari saat pengendara sudah terjatuh.
“Lubang kecil yang tergenang air itu sangat berbahaya,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan Pemprov DKI Jakarta agar tidak terus-menerus mengandalkan metode tambal sulam dalam menangani jalan rusak. Cara tersebut dinilai tidak efektif karena kerap kembali rusak saat hujan atau banjir datang.
“Pembangunan ulang, seperti overlay atau betonisasi,” tegas Bun.
Selain berisiko terhadap keselamatan, tambal sulam yang berulang juga dinilai membuat penggunaan anggaran menjadi tidak efisien. Jalan yang kembali rusak dalam waktu singkat menunjukkan perencanaan dan eksekusi yang tidak optimal.
“Ini terkesan anggaran terbuang sia-sia,” katanya.
Karena itu, Bun berharap Pemprov DKI Jakarta meningkatkan kesiapsiagaan dalam pemeliharaan jalan, mengarahkan anggaran pada perbaikan permanen, serta memastikan koordinasi antardinas berjalan optimal agar persoalan jalan berlubang tidak terus berulang. (Far/I-1)
Salah satu pedagang di sekitar lokasi, Rizal mengaku banjir telah merendam area lingkar luar Jakarta ini sejak Minggu (8/3).
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Pengamat tata kota Yayat Supriyanta menilai banjir Jakarta tidak hanya dipicu curah hujan tinggi, tetapi juga menunjukkan melemahnya sistem pengendalian banjir.
BANJIR yang berulang hampir setiap tahun itu kembali memicu sorotan berbagai pihak, salah satunya terkait minimnya ruang terbuka hijau (RTH) di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah ibu kota pada Minggu (8/3) dipicu curah hujan ekstrem.
Temukan jawaban ilmiah mengapa Kemang dan Mampang Prapatan menjadi langganan banjir. Analisis topografi, sejarah, hingga progres normalisasi 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved