Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memastikan seluruh banjir Jakarta yang melanda sejak Kamis (22/1) telah surut sepenuhnya pada Senin (26/1) dini hari. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyampaikan bahwa hingga Senin pukul 03.00 WIB tidak lagi ditemukan titik genangan di wilayah DKI Jakarta.
“Berdasarkan pemantauan kami, seluruh genangan di DKI Jakarta sudah dinyatakan surut,” ujar Yohan di Jakarta, Senin pagi.
BPBD mencatat, puncak banjir terjadi pada Jumat (23/1), ketika hampir seluruh wilayah Jakarta—kecuali Kabupaten Kepulauan Seribu—terdampak. Pada hari itu, sebanyak 143 rukun tetangga (RT) di Jakarta Barat, Timur, Selatan, Utara, dan Jakarta Pusat terendam banjir dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 120 sentimeter.
Kondisi banjir berlanjut pada Sabtu (24/1), meskipun jumlah RT terdampak menurun menjadi 90 RT. Namun, di beberapa lokasi seperti Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, ketinggian air justru meningkat hingga mencapai 2,5 meter akibat luapan Sungai Ciliwung.
Yohan menjelaskan, surutnya banjir tidak terlepas dari kerja sama lintas instansi pemerintah daerah bersama masyarakat. Sejumlah unsur dikerahkan untuk penanganan genangan, mulai dari BPBD, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Bina Marga, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, hingga PPSU kelurahan.
“Seluruh personel dilengkapi peralatan pendukung seperti pompa portabel untuk menyedot genangan serta memastikan sistem drainase dan aliran air berfungsi optimal,” jelasnya.
Meski kondisi telah kembali normal, BPBD DKI Jakarta tetap mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih dapat memicu genangan di sejumlah titik. (Ant/E-3)
Salah satu pedagang di sekitar lokasi, Rizal mengaku banjir telah merendam area lingkar luar Jakarta ini sejak Minggu (8/3).
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Pengamat tata kota Yayat Supriyanta menilai banjir Jakarta tidak hanya dipicu curah hujan tinggi, tetapi juga menunjukkan melemahnya sistem pengendalian banjir.
BANJIR yang berulang hampir setiap tahun itu kembali memicu sorotan berbagai pihak, salah satunya terkait minimnya ruang terbuka hijau (RTH) di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah ibu kota pada Minggu (8/3) dipicu curah hujan ekstrem.
Temukan jawaban ilmiah mengapa Kemang dan Mampang Prapatan menjadi langganan banjir. Analisis topografi, sejarah, hingga progres normalisasi 2026.
Sedikitnya 75 RT dan 19 ruas jalan terdampak genangan air akibat hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta sejak Sabtu (7/3).
Banjir Jakarta mulai menunjukkan tren surut. BPBD DKI Jakarta mencatat hingga Sabtu pagi masih ada 30 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara yang tergenang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD DKI Jakarta mengimbau warga yang tinggal di kawasan pesisir Pantai Utara Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob.
GUBERNUR DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan proyek normalisasi tiga sungai akan dimulai tahun ini menyusul terjadinya banjir hebat di Jakarta beberapa hari terakhir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD DKI Jakarta melaporkan adanya genangan banjir di sejumlah wilayah Ibu Kota pada Kamis (22/1) pagi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved