Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HINGGA Kamis (22/1), korban tewas di 'lorong tikus' atau lubang penambangan emas ilegal di Gunung Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ada 11 orang.
Mereka adalah gurandil atau penambang emas tanpa ijin (PETI) yang menggali, mencari emas di sekitar area pertambangan milik Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor.
Mereka tewas di lorong berbahaya di lubang yang mereka gali sendiri. Penyebabnya diduga karena menghirup asap gas monoksida yang bocor akibat kebakaran di lubang resmi milik PT Antam, sembilan hari lalu.
"Situasi di dalam yang diinformasikan kepada saya, bahwa masih ada asap yang mengandung CO dan itu masih di ambang batas aman".
"Saya dapat informasi kemarin ada beberapa masih 200. Sebelumnya malah masih ada 1.200 ppm. Sekarang ini masih ada 200, dan itu belum dalam kategori aman,"ungkap Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Rudi Setiawan saat ditanya penyebab tewasnya.
Hal itu diungkapkan Kapolda saat meninjau posko pemgaduan di Polsek Nanggung, Kamis (22/1).
Untuk diketahui, pada Selasa, 13 Januari lalu, ada kepulan asap di lubang milik Antam. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB atau dini hari, di level 600 meter di uruk.
Asap yang diduga berasal dari terbakarnya kayu stapling atau penyangga, mengindikasikan terjadinya peningkatan konsentrasi gas monoksida atau CO di atas ambang. Sementara yang di anggap aman bagi manusia yaitu sebesar 25 ppm. Sedangkan pada saat kejadian, nilai ukur mencapai 1.200 ppm.
Kapolda mengatakan, beberapa diantaranya sudah dievakuasi. Bahkan sudah dimakamkan.
"Alhamdulillah untuk yang di Nanggung sudah 3 orang yang kami selamatkan (evakuasi jasad), dan beberapa desa lagi sudah kita selamatkan. Itu kurang lebih berjumlah 11 orang dari semuanya. Sudah diserahkan kembali kepada keluarganya untuk dilakukan pemakaman,"ungkapnya.
Untuk kemungkinan adanya korban lain, pihaknya belum bisa memastikan. Hal itu dikarenakan kondisi medan lokasi tidak memungkinkan karena bisa membahayakan juga bagi para penolong.
"Kita belum tahu, karena memang ada beberapa lorong dan beberapa yang belum bisa dimasuki. Ini juga memang cukup berbahaya bagi yang menolong," katanya.
Meski demikian, lanjutnya, Tim SAR BPBD kemudian dari Polri dan TNI dan Antam sendiri pun menurunkan personelnya.
"Ini kami akan ke atas melihat langsung, dan akan terus melakukan upaya-upaya evakuasi".
"Kami khawatirkan seperti itu (masih ada korban lain), karena masih ada keluarga yang merasa anggota keluarganya belum kembali. Dan kami juga belum tahu apa-apa,"ungkapnya.
Berdasarkan informasi dan pendataan yang dilakukan pihaknya, Ia menyebut ke-11 korban bukan hanya dari Nanggung, tapi juga ada dari daerah Cigudeg dan Sukajaya.
Pihaknya juga menyatakan siap melakukan proses otopsi jika memang diperlukan.
"Kita sementara ini serahkan ke keluarga, oleh keluarga langsung di kebumikan.nanti apabila ada proses lain dan ditemukan lain, akan kita lakukan,"pungkasnya.
Berdasarkan infotmasi dari pihak Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, ada 6 (enam) orang warganya yang meninggal diduga jadi korban gas beracun di lubang tambang emas. Data itu diungkap Kepala Desa Bangun Jaya, Haji Abdul Halim. Keenamnya yaitu Firman, Beni Candra, Adun, Sony, Asri, dan Mubarok.
Sementara berdasar informasi dari kepolisian, tepatnya keterangan Kapolsek Nanggung Ajun Komisaris Ucup Supriatna, di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, ada 3(tiga) orang. Bahkan proses evakuasi berlangsung dramatis karena berada di lorong sempit pada Minggu (19/1) dini hari. Ketiga korvan itu teridentifikasi atas nama Jaka(32), Edi( 34), dan Isep Septiana (26).
Masih berdasarkan data dan informasi dari pihak kepolisian Nanggung. Ada 2 (dua) orang warga Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor yang jadi korban. Proses evakuasi telah dilakukan warga sekitar secara mandiri. Kedua korban diketahui bernama Karta dan Kari.
Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) disebut menjadi faktor utama terjadinya banjir bandang di sejumlah wilayah Kabupaten Pohuwato, Gorontalo
Kapolres Bungo, Polda Jambi, AKBP Natalena Eko Cahyono berkomitmen mengentaskan kejahatan, khususnya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Bungo.
Kementerian Kehutanan bersama TNI menghancurkan 31 tenda biru penambang emas ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Polda Riau mendorong pemerintah untuk mengaktifkan kembali kawasan pertambangan rakyat di Kuantan Singingi (Kuansing
Sungai Batang Kuantan di Tepian Narosa, Kabupaten Kuantan Singingi, kini kembali jernih setelah bertahun-tahun tercemar akibat penambangan emas ilegal (PETI).
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Kabar yang menyebutkan adanya ledakan maupun ratusan orang terjebak di dalam lubang tambang. Menurut dia, informasi yang menyebut angka 700 korban berasal dari kesalahpahaman
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
Antam, sambung dia, memastikan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan Antam
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved