Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Bekasi meminta otoritas terkait memperpanjang durasi penerapan teknologi modifikasi cuaca hingga potensi hujan ekstrem bisa lebih rendah, sebagai upaya pengendalian sekaligus mengurangi tekanan di wilayah terdampak banjir Bekasi selama beberapa hari terakhir.
"Saya meminta agar durasinya diperpanjang selama potensi hujan ekstrem masih tinggi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Muchlis di Cikarang dalam keterangannya, Rabu (21/1).
Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Deputi I Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna memastikan pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca berjalan optimal.
"Kami meminta bantuan BNPB untuk melakukan modifikasi cuaca terkait curah hujan di Kabupaten Bekasi. Informasi awal ini (modifikasi cuaca) akan dilakukan hingga 24 Januari 2026, namun kami minta supaya diperpanjang," katanya.
Muchlis menambahkan, penerapan teknologi ini menjadi langkah penting mengingat kondisi wilayah terdampak banjir masih dalam fase pemulihan. Data BPBD mencatat, banjir mencapai puncaknya pada akhir pekan lalu dan berdampak di 17 kecamatan.
Saat ini genangan telah surut di 12 kecamatan, namun wilayah hilir seperti Muaragembong masih menghadapi ancaman akibat debit air kiriman Sungai Citarum hingga hujan lokal.
Ia menjelaskan musibah banjir di Kabupaten Bekasi dipicu oleh tinggi curah hujan lokal sejak Jumat (16/1) lalu, ditambah aliran air dari wilayah hulu hingga berdampak air sungai meluap serta sejumlah drainase yang tidak berfungsi secara optimal.
"Melalui modifikasi cuaca ini, kami berharap volume hujan dapat ditekan sehingga tidak menambah beban wilayah daratan. Harapannya, air bisa lebih cepat surut, terutama di area tanggul yang kondisinya masih rentan," ujarnya.
Terkait efektivitas teknologi modifikasi cuaca, ia menyebut BNPB memiliki kewenangan teknis untuk melakukan pengukuran dan evaluasi secara detail.
Namun demikian, langkah ini merupakan bagian dari upaya terpadu Pemkab Bekasi, selain perbaikan tanggul jebol sepanjang delapan meter di wilayah Kecamatan Muaragembong dan pemantauan titik tanggul kritis di Kecamatan Cabangbungin.
Sejalan dengan prakiraan cuaca BMKG yang menyebut puncak musim hujan terjadi pada Januari, penerapan teknologi modifikasi cuaca diharapkan mampu menekan potensi banjir lanjutan di tengah kondisi sungai yang masih meluap.
"Kami berupaya maksimal, baik melalui penanganan di darat dengan penguatan tanggul maupun lewat udara melalui modifikasi cuaca," pungkasnya. (H-3)
Dedi mengaku sudah bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum untuk melakukan percepatan pembangunan Bendungan Cibeet untuk mengatasi banjir di Bekasi.
WALI Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono meninjau langsung lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/16).
DINAS Pertanian Kabupaten Bekasi mencatat 5.168 hektare (ha) areal persawahan di wilayah itu terdampak banjir yang terjadi sepekan terakhir hingga mengakibatkan ancaman gagal panen.
MENYUSUL potensi cuaca ekstrem dan banjir Bekasi yang berisiko mengganggu keamanan dan keselamatan warga sekolah, siswa ditetapkan untuk lakukan pembelajaran daring.
BENCANA hidrometeorologi kembali melanda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 31 desa yang tersebar di 13 kecamatan dilaporkan terdampak banjir Bekasi dan tanah longsor.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah.
BERDASARKAN analisis dinamika atmosfer terbaru, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada Rabu, 11 Februari 2026, diprediksi mengalami peningkatan curah hujan yang signifikan.
DINAMIKA atmosfer saat ini menunjukkan Siklon Tropis Mitchell yang berada di perairan barat Australia semakin bergerak menjauhi wilayah Indonesia, sehingga dampaknya tidak lagi signifikan.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Meski secara umum cuaca terpantau stabil, BMKG menyebut potensi hujan ringan masih berpeluang terjadi secara lokal di sejumlah wilayah.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat Sumatra Utara pada Jumat, 6 Februari 2026.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi cuaca signifikan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat, 6 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved