Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pemkab Bekasi Minta BNPB Perpanjang Durasi Modifikasi Cuaca

Anton Kustedja
21/1/2026 16:20
Pemkab Bekasi Minta BNPB Perpanjang Durasi Modifikasi Cuaca
Banjir di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akibat tanggul Sungai Citarum yang jebol hingga Rabu (21/1) belum surut.(Dok. BPBD Bekasi)

PEMERINTAH Kabupaten Bekasi meminta otoritas terkait memperpanjang durasi penerapan teknologi modifikasi cuaca hingga potensi hujan ekstrem bisa lebih rendah, sebagai upaya pengendalian sekaligus mengurangi tekanan di wilayah terdampak banjir Bekasi selama beberapa hari terakhir.

"Saya meminta agar durasinya diperpanjang selama potensi hujan ekstrem masih tinggi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Muchlis di Cikarang dalam keterangannya, Rabu (21/1).

Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Deputi I Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna memastikan pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca berjalan optimal.

"Kami meminta bantuan BNPB untuk melakukan modifikasi cuaca terkait curah hujan di Kabupaten Bekasi. Informasi awal ini (modifikasi cuaca) akan dilakukan hingga 24 Januari 2026, namun kami minta supaya diperpanjang," katanya.

Muchlis menambahkan, penerapan teknologi ini menjadi langkah penting mengingat kondisi wilayah terdampak banjir masih dalam fase pemulihan. Data BPBD mencatat, banjir mencapai puncaknya pada akhir pekan lalu dan berdampak di 17 kecamatan.

Saat ini genangan telah surut di 12 kecamatan, namun wilayah hilir seperti Muaragembong masih menghadapi ancaman akibat debit air kiriman Sungai Citarum hingga hujan lokal.

Pemicu banjir Bekasi

Ia menjelaskan musibah banjir di Kabupaten Bekasi dipicu oleh tinggi curah hujan lokal sejak Jumat (16/1) lalu, ditambah aliran air dari wilayah hulu hingga berdampak air sungai meluap serta sejumlah drainase yang tidak berfungsi secara optimal.

"Melalui modifikasi cuaca ini, kami berharap volume hujan dapat ditekan sehingga tidak menambah beban wilayah daratan. Harapannya, air bisa lebih cepat surut, terutama di area tanggul yang kondisinya masih rentan," ujarnya.

Terkait efektivitas teknologi modifikasi cuaca, ia menyebut BNPB memiliki kewenangan teknis untuk melakukan pengukuran dan evaluasi secara detail.

Namun demikian, langkah ini merupakan bagian dari upaya terpadu Pemkab Bekasi, selain perbaikan tanggul jebol sepanjang delapan meter di wilayah Kecamatan Muaragembong dan pemantauan titik tanggul kritis di Kecamatan Cabangbungin.

Sejalan dengan prakiraan cuaca BMKG yang menyebut puncak musim hujan terjadi pada Januari, penerapan teknologi modifikasi cuaca diharapkan mampu menekan potensi banjir lanjutan di tengah kondisi sungai yang masih meluap.

"Kami berupaya maksimal, baik melalui penanganan di darat dengan penguatan tanggul maupun lewat udara melalui modifikasi cuaca," pungkasnya.  (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya